PEMAKNAAN PROFESI BEAUTY VLOGGER MELALUI PENGALAMAN KOMUNIKASI

Filza Intan Mariezka, Hanny Hafiar, Yustikasari Yustikasari

Abstract


ABSTRAK

Di Indonesia, jumlah beauty vlogger terus mengalami peningkatan yang pesat semenjak 2015. Bahkan, sebagian besar dari mereka menjadikan kegiatan beauty vlogging sebagai pekerjaan tetap. Kemunculan dan perkembangan profesi ini juga menjadi sebuah bukti dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terbentuk dalam diri para pegiat beauty vlogger yang diarahkan melalui teori fenomenologi Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi kepustakaan. Sementara teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beauty vlogger memaknai profesi mereka menjadi tiga makna, yaitu upaya aktualisasi diri, sebagai mata pencaharian, dan sebagai panutan.

 

Kata Kunci: Makna, profesi, beauty vlogger, pengalaman komunikasi

 

ABSTRACT

In Indonesia, the number of beauty vloggers continues to increase rapidly since 2015. In fact, most of them make beauty vlogging activities as a permanent job. The emergence and development of this profession is also a proof of the development of information and communication technology. This study aims to determine the meaning that formed in the beauty vlogger through Schutz's phenomenological approach. This study uses a qualitative approach with phenomenology as the type of study. Data collection techniques used in-depth interviews, participatory observation, and literature studies. While the data validity technique uses source triangulation. The results of this study showed that the beauty vlogger interpreted their profession into three meanings: self-actualization efforts, livelihood, and role models.

 

Keywords: Meaning, profession, beauty vlogger,communication experiences


Full Text:

PDF

References


Arnus, Sri Hadijah. (2016). “Self Disclosure di Media Sosial pada Mahasiswa IAIN Kendari (Suatu Kajian Psikologi Komunikasi Pada Pengguna Media Sosial)”. Al-Izzah, 11(2): 1-18.

Ayudhya, Fentira. (2017). “Instagram dan Presentasi Diri Mahasiswa (Studi Korelasional Penggunaan Instagram Terhadap Presentasi Diri Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara)”. Flow, 3(5): 1-10.

Ayun, Primada Qurrota. (2015). “Fenomena Remaja Menggunakan Media Sosial dalam Membentuk Identitas”. Channel (Jurnal Komunikasi), 3(2): 1-6.

Bachdar, Saviq. (12 Juni 2017). Beauty Vlogger dan Pengaruhnya Bagi Brand Kosmetik. Diakses dari: http://marketeers.com/beauty-vlogger-dan-pengaruhnya-bagi-brand-kosmetik/

Bazarova, Natalya N. and Yoon Hyung Choi. (2014). “Self-Disclosure in Social Media: Extending the Functional Approach to Disclosure Motivations and Characteristics on Social Network Sites”. Journal of Communication, 64(4): 635-657.

Dahlan, Deddy. (17 September 2015). Dari Mana Asal Duit Para Youtuber? Diakses dari: https://ekonomi.kompas.com/read/2015/09/17/060700726/Dari.Mana.Asal.Duit.Para.Youtuber

David, Eribka Ruthellia, Mariam Sondakh dan Stefi Harilama. (2017). ”Pengaruh Konten Vlog dalam Youtube terhadap Pembentukan Sikap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi”. e-journal “Acta Diurna”, 6(1): 1-18.

Erkan, Ismail and Chris Evans. (2016). “Social Media or Shopping Websites? The Influence of EWOM on Consumers’ Online Purchase Intentions”. Journal of Marketing Communications, 24(6): 617-632.

Febriana, Mitha dan Edy Yulianto. (2018). “Pengaruh Online Consumer Review oleh Beauty Vlogger terhadap Keputusan Pembelian (Survei pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Angkatan 2014/2015 dan 2015/2016 yang Membeli dan Menggunakan Purbasari Matte Lipstick)”. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 58(1): 1-9.

Ingin dapat uang dari YouTube? Ini sistem monetisasinya. (8 September2016). Diakses dari: https://www.antaranews.com/berita/583383/ingin-dapat-uang-dari-youtube-ini-sistem-monetisasinya

J. Moor, Peter, A. Heuvelman and R. Verleur. (2010). “Flaming on YouTube”. Computers in Human Behavior, 6(26): 1536-1546.

Kuswarno, E. (2009). Fenomenologi: Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitian. Bandung: Widya Padjajaran.

Lee, Jung Eun dan Brandi Watkins. (2016). “Youtube Vloggers Influence on Consumer Luxury Brand Perceptions and Intentions”. Journal of Business Research, 69(12): 5753-5760.

Mahameruaji, Jimi N. (2018). ”Bisnis Vlogging dalam Industri Media Digital di Indonesia”. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 15(1): 61-74.

Mahendra, Bimo. (2017). “Eksistensi Sosial Remaja dalam Instagram (Sebuah Perspektif Komunikasi)”. Jurnal Visi Komunikasi, 16(1): 151-160.

Martawilaga, Ayu Indriani dan Mustika Sufiati Purwanegara. (2016). “Information Acceptance of Electronic Words of Mouth (EWOM) and Purchase Intention through Haul Videos Youtube”. Journal of Business and Management, 5(5): 651-660.

Marwick, Alice & Danah Boyd. (2011). “To See and Be Seen: Celebrity Practice on Twitter”. Convergence: The International Journal Research into New Media Technologies, 17(2): 139-158.

Masyarakat Sadar Bersolek, Industri Kosmetik Naik 20 Persen. (20 Maret 2018). Diakses dari: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180320094246-92-284360/masyarakat-sadar-bersolek-industri-kosmetik-naik-20-persen

Murthy, D. (2012). “Towards a Sociological Understanding of Social Media: Theorizing Twitter”. Sociology, 46(6): 1059-1073.

Oktaviani, Kiki. (12 Juni 2017). 10 Artis Indonesia Merilis Produk Kosmetik. Diakses dari: https://wolipop.detik.com/read/2017/06/12/154957/3528028/234/10-artis-indonesia-merilis-produk-kosmetik

Palinoan, Imanuella Yunike. (2017). “Dampak Tayangan Vlog di YouTube terhadap Gaya Hidup Hedonis Siswa SMA Kristen Sunodia”. eJournal Ilmu Komunikasi, 5(2): 215-225.

Prambudi, I. (2010). Perubahan Mata Pencaharian dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Putri, Anisha Saktian. (27 Februari 2018). Industri Kosmetik di Indonesia Meningkat Hingga Rp 36 Triliun. Diakses dari: https://www.vemale.com/cantik/112126-industri-kosmetik-di-indonesia-meningkat-hingga-rp-36-triliun.html

Rahmawan, Detta, Hanny Hafiar dan Jimi Narotama M. (2017). ”Peran Vlogger sebagai Online Inflluencer dalam Industri Media Digital di Indonesia”. PROMEDIA, 3(2): 183-206.

Rahmi, Yaumul, Laras Sekarasih dan Bertina Sjabadhyni. (2016). “The Influence of Beauty Vlog on Perceived Source Credibility and Purchase Intention”. Makara Hubs-Asia, 20(2): 13-23.

Rismawaty. (2008). Kepribadian dan Etika Profesi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sagiyanto, Asriyani dan Nina Ardiyanti. (2018). ”Self Disclosure melalui Media Sosial Instagram (Studi Kasus pada Anggota Galeri Quote)”. Nyimak Journal of Communication, 2(1): 81-94.

Satori, Djam’an. (2005). Profesi Keguruan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Seehan, Alex. (12 Januari 2016). 3 Reasons Why Vloggers have Power in PR. Diakses dari: https://mediahq.com/blog/2016/01/12/3-reasons-why-vloggers-have-power-in-pr/

Soetanto, C. (2016). Aktualisasi Diri pada Wanita Karir yang Mengurus Rumah Tangga. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Subi, Akto. (13 April 2018). Rachel Goddard, Beauty Vlogger Kocak Dengan Gaya Kece & Make-up Flawless! Diakses dari: https://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/nominee-rachel-goddard-beauty-vlogger-kocak-dengan-gaya-kece-38-make-up-flawless-71968a.html

Suwinardi. (2017). ”Profesionalisme dalam Bekerja”. ORBITH, 13(2): 81-85.

Tolson, A. (2010). “A New Authenticity? Communicative Practices on Youtube”. Critical Discourse Studies, 7(4): 277–289.

Verhellen, Yann, Nathalie Dens and Patrick De Pelsmacker. (2013). “Consumer Responses to Brands Palced in Youtube Movies: The Effect of Prominence and Endorser Expertise”. Journal of Electronic Commerce Research, 14(4): 287-303.

West, R., & Turner, L. H. (2007). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

YouTube: Annual Beauty Content Views 2009-2017. Diakses dari: https://www.statista.com/statistics/294655/youtube-monthly-beauty-content-views/

Wawancara

Wawancara dengan Jihan Putri Zuariah (30 Januari 2018)

Wawancara dengan Alifa Ratu Saelynda (6 Januari 2018)




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/nyimak.v2i2.920

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Nyimak (Journal of Communication)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Nyimak (Journal of Communication) a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. © All rights reserved 2017. Nyimak (Journal of Communication) (p-ISSN 2580-3803, e-ISSN 2580-3832)