MANAJEMEN WISATA RELIGIUS KESULTANAN BANTEN (Bauran Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Jumlah Wisatawan)

annisarizki annisarizki, Media Sucahya

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen wisata religius Kesultanan Banten Lama dengan model manajemen bauran pemasaran dalam rangka memperkuat branding objek ziarah. Untuk mencapai tujuan tersebut, identifikasi masalah dalam studi ini ialah konsep manajemen wisata religius guna meningkatkan pengelolaan Kesultanan Banten Lama dan proses bauran komunikasi pemasaran yang berkaitan dengan penguatan citra. Penelitian ini merupakan riset kualitatif, yaitu menggambarkan sebuah perspektif atau informasi dari suatu masalah. Tipe penelitian ini adalah analisis kualitatif yang bersifat sistemis, subjektivis dan analitis. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pariwisata Kesultanan Banten sudah menerapkan bauran komunikasi pemasaran, kecuali pemasaran langsung. Salah satu faktor yang menyebabkan bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan belum berjalan maksimal ialah belum selesainya program revitalisasi Banten Lama (2018-2020) yang bertujuan menata ulang Kawasan Banten Lama agar sesuai dengan standar nasional.

 

Kata Kunci: Bauran komunikasi pemasaran, pariwisata, wisata religius, Banten

 

ABSTRACT

This study aims to analyze the management of the Old Banten Sultanate religious tourism with a marketing mix management model in order to strengthen the branding of the pilgrimage object. Identification of the problem in this study is the concept of religious tourism management which aims to improve the management of the Old Banten Sultanate and the marketing communication mix process to strengthen the image of the Banten Sultanate. This research is qualitative research. The characteristic of this research is systemic, subjectivist and analytic. The data collection technique of this study uses in-depth interviews, observations, and literature studies. The results of this study indicate that the tourism management of the Sultanate of Banten has implemented marketing communication mix, except direct marketing. One of the factors that caused the implementation of the marketing communication mix not optimal is the completion of the Banten Lama's revitalization program (2018-2020) which aims to rearrange the Old Banten Region to conform national standards.

 

Keywords: Marketing communication mix, tourism, religious tourism, Banten


Full Text:

PDF

References


Anam, Mochammad Musafa'ul. (2017). ”Strategi Ikonik Wisata untuk Memperkenalkan Kota Malang sebagai Salah Satu Destinasi Wisata Religi”. Jurnal Pariwisata Pesona, 2(2): 1-11.

Anwar, Muhammad Fahrizal, Djamhur Hamid dan Topowijono. (2017) ”Analisis Dampak Pengembangan Wisata Religi Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam Kehidupan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Sekitar (Studi pada Kelurahan Gapurosukolilo Kabupaten Gresik)”. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 44(1): 186-193.

Astiti, Ni Komang Ayu. (2016). ”Pengolahan Kawasan Situs Kuno Banten Sebagai Destinasi Wisata Budaya untuk Meningkatkan Pergerakan Wisatawan Nusantara”. Jurnal Destinasi Kepariwisataan Indonesia, 1(1): 1-26.

Astuti, E. Puji dan R.V. Haryono. (2011). ”Pengembangan Obyek Wisata Ziarah Makam Ki Ageng Balak dalam rangka Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Sukoharho”. Jurnal Pariwisata Indonesia, 7(1): 1-20.

Atiko, Gita, Ratih Hasanah Sudrajat, Kharisma Nasionalita. (2016). ”Analisis Strategi Promosi Pariwisata melalui Media Sosial oleh Kementerian Pariwisata RI (Studi Deskriptif pada Akun Instagram @Indtravel)”. Jurnal Sosioteknologi, 15(3): 378-389.

Basit, Abdul dan Tri Herni Rahmawati. (2017). ”Cyber Public Relations (E-PR) dalam Brand Image Wardah Kosmetik dengan Pedekatan Mixed Method”. Nyimak Journal of Communication, 1(2): 197-208.

Bungin, Burhan. (2015). Komunikasi Pariwisata: Pemasaran dan Brand Destinasi. Jakarta: Prenada Media Group

Chotib, Moch. (2015). ”Wisata Religi di Kabupaten Jember”. FENOMENA, 14(2): 407-428.

Christin, Maylanny dan Tito Marshal. (2016). ”Aktivitas Humas Bercerita dalam Pariwisata (Aktivitas Cyber Public Relations Akun Instagram Ceritapadang dalam Pembangunan Pariwisata Minangkabau)”. Prosiding Seminar Nasional Komunikasi 2016.

Cornelissen, Joep. (2018). Corporate Communication. Los Angeles: Sage Publications.

Damardjati, R. (1995). Istilah-Istilah Dunia Pariwisata. Jakarta: Paradnya Paramita.

Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Serang. (2015). Database Pariwisawa Kota Serang. Banten: Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Serang.

Hasan, Ali. (2010). Marketing dari Mulut ke Mulut. Yogyakarta: Media Pressindo.

Indriyana, Nitiya. (2017). ”Aktivitas Cyber Public Relations dalam Mempromosikan Destinasi Wisata di Kawasan Indonesia Timur”. Seminar Nasional Procen 2017.

Kholisoh, Nur dan Yenita. (2015). ”Strategi Komunikasi Public Relations dan Citra Positif Organisasi (Kasus Public Relations Rumah Sakit “X” di Jakarta)”. Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(3): 195-209.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. (2009). Manajemen Pemasaran (Jilid 1). Jakarta: Erlangga.

Lupiyoadi, Hamdani. (2006). Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Salemba Empat.

Machin dan Khoiruddin. (2017). ”Pengembangan Potensi Wisata Religi Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang (Studi di Kawasan Wisata Religi Makam KH. Abdurrahman Wahid)”. Jurnal @Trisula, 4(2): 468-477.

Rahma, Ade. (2017). ”Event Sebagai Salah Satu Bentuk Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Fashion Nasional (Event Tahunan Jakcloth)”. Nyimak Journal of Communication, 1(2): 149-169.

Ri’aeni, Ida. (2015). ”Penggunaan New Media dalam Promosi Pariwisata Daerah Situs Cagar Budaya di Indonesia”. Jurnal Komunikasi, 9(2): 187-197.

Rodjinandari, Nanny dan Bambang Supriadi. (2016). ”Kompetensi Pendampingan Pemandu Wisata Lokal sebagai Developers of People”. Jurnal Pariwisata Pesona, 2(1): 72-86.

Rohman, Auliyaur dan Moh. Qudsi Fauzi. (2016). ”Dampak Ekonomi terhadap Pendapatan Pedagang Kios di Wisata Religi Makam Sunan Drajat Lamongan”. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 3(2): 114-126.

Saefullah, Ujang. (2007) Kapita Selekta Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sari, Nur Indah, Firdaus Wajdi dan Sari Narulita. (2018). ”Peningkatan Spiritualitas melalui Wisata Religi di Makam Keramat Kwitang Jakarta”. Jurnal Studi Al-Qur’an, 14(1): 44-58.

Sudipa, I. N., I. M. Rajeg dan Lp. Laksminy. (2014). ”Pelatihan Bahasa Inggris Pemandu Wisata Lokal di Desa Kapal”. Udayana Mengabdi, 13(2): 92-95.

Sulaksana, Uyung. (2007). Integrated Marketing Communications. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Surahman, Sigit. (2016). ”Determinisme Teknologi Komunikasi dan Globalisasi Media Terhadap Seni Budaya Indonesia”. Jurnal Rekam, 12(1): 31-42.

Suryani, Ita. (2014). ”Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Pemasaran Produk dan Potensi Indonesia dalam Upaya Mendukung ASEAN Community 2015. (Studi Social Media Marketing Pada Twitter Kemenparekraf RI dan Facebook Disparbud Provinsi Jawa Barat)”. Jurnal Komunikasi, 8(2): 123-138.

Syam, Nina Winangsih. (2015). Komunikasi Transedental. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Widagdo, Ridwan dan Sri Rokhlinasari. (2017). ”Dampak Keberadaan Pariwisata Religi terhadap Perkembangan Ekonomi Masyarakat Cirebon”. Al-Amwal, 9(1): 59-76.

Yazid, Tantri Puspita. (2015). ”Implementasi Cyber Public Relations Melalui Pengelolaan Website Pemerintah Provinsi Sumatera Barat”. Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2): 113-190.

Yoeti, Oka A. (2008). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/nyimak.v2i2.928

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Nyimak (Journal of Communication)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Nyimak (Journal of Communication) a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. © All rights reserved 2018. Nyimak (Journal of Communication) (p-ISSN 2580-3803, e-ISSN 2580-3832)

View My Stats