KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT

Nita Rahayu, Fitri Alyani

Abstract


Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Dalam memecahkan suatu permasalahan matematika, setiap peserta didik memiliki respon yang berbeda dalam menyikapi kesulitan tersebut yang dinamai dengan Adversity Quotient (AQ). Adversity Quotient terbagi menjadi tiga tipe, yaitu tipe climber, tipe camper, dan tipe quitter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan Adversity Quotient siswa kelas XI dalam menyelesaikan permasalahan materi barisan dan deret berdasarkan indikator berpikir kritis yang telah disusun. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 104 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan antara lain soal tes untuk melihat kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang telah disesuaikan dengan indikator berpikir kritis dan non tes berupa angket Adversity Quotient (AQ). Instrumen tes dan non tes diukur menggunakan Model Rasch dibantu oleh software Winstep dan SPSS versi 24.0. Berdasarkan hasil pengolahan data, sebagian besar peserta didik berada pada tipe campers. AQ memberikan pengaruh positif terhadap pencapaian kemampuan berpikir kritis matematis siswa. AQ dan kemampuan berpikir kritis matematis memiliki korelasi/hubungan yang signifikan sehingga terdapat penjabaran mengenai tipe-tipe AQ.


Keywords


Adversity Quotient; Kemampuan berpikir kritis matematis; Model Rasch; Barisan dan deret

Full Text:

PDF

References


Ab Kadir, M. A. (2017). What teacher knowledge matters in effectively developing critical thinkers in the 21 st century curriculum? Thinking Skills and Creativity, 23, 79–90. https://doi.org/10.1016/j.tsc.2016.10.011

Amanah, L. N. (2017). Pengaruh adversity quotient (aq) dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar matematika. Perspektif Ilmu Pendidikan, 28(1), 55. https://doi.org/10.21009/pip.281.7

Amin, D. M., & Khabibah, M. (2019). Relational thinking in problem solving mathematics based on adversity quotient and visual learning style. International Journal of Trends in Mathematics Education Research, 2(4), 161–164. http://ijtmer.com

Anugerahwati, M. (2019). Integrating the 6cs of the 21st century education into the english lesson and the school literacy movement in secondary schools. KnE Social Sciences, 3(10), 165. https://doi.org/10.18502/kss.v3i10.3898

Ardiyanti, D. (2017). Aplikasi model rasch pada pengembangan skala efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir siswa [application of the rasch model on the development of self-efficiency scale in student career decision making]. Jurnal Psikologi, 43(3), 248. https://doi.org/10.22146/jpsi.17801

As’ari, A. R., Mahmudi, A., & Nuerlaelah, E. (2017). Our prospective mathematic teachers are not critical thinkers yet. Journal on Mathematics Education, 8(2), 145–156. https://doi.org/10.22342/jme.8.2.3961.145-156

Cretu, D. (2017). Fostering 21st century skills for future teachers. The European Proceedings of Social & Behavioural Sciences, 672–681. https://doi.org/10.15405/epsbs.2017.05.02.82

Dhayanti, D., & Johar, R. (2018). Improving students’ critical and creative thinking through realistic mathematics education using geometer’s sketchpad. Journal of Research and Advances in Mathematics Education, 3(1). http://journals.ums.ac.id/index.php/jramathedu

Facione, P. A. (2011). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight assessment (Issue ISBN 13: 978-1-891557-07-1.).

Fauziyah, I. N. L., Usodo, B., & Henny, E. ch. (2013). Proses berpikir kreatif siswa kelas x dalam memecahkan masalah geometri berdasarkan tahapan wallas ditinjau dari adversity quotient (aq) siswa. Jurnal Pendidikan Matematika Solusi, 1(1), 1–16.

Firdaus, I., & Kailani, M. (2015). Developing critical thinking skills of students in mathematics learning. Journal of Education and Learning, 9(3).

Hidayah, S. R., Trapsilasiwi, D., & Setiawani, S. (2016). Proses berpikir kritis siswa kelas vii f mts. Al-qodiri 1 Jember dalam pemecahan masalah matematika pokok bahasan segitiga dan segi empat ditinjau dari adversity quotient. Jurnal Edukasi, 3(3), 21. https://doi.org/10.19184/jukasi.v3i3.3517

Hidayat, W., Herdiman, I., Aripin, U., Yuliani, A., & Maya, R. (2018). Adversity quotient (aq) dan penalaran kreatif matematis mahasiswa calon guru. Jurnal Elemen, 4(2), 230. https://doi.org/10.29408/jel.v4i2.701

Hidayat, W., & Prabawanto, S. (2018). The mathematical argumentation ability and adversity quotient (aq) of pre-service mathematics teacher. Journal on Mathematics Education, 9(2), 239–248.

Hidayat, W., & Sari, V. T. A. (2019). Kemampuan berpikir kritis matematis dan adversity quotient siswa smp. Jurnal Elemen, 5(2), 242. https://doi.org/10.29408/jel.v5i2.1454

Indriani, L. (2017). Teacher’s role in 21 st century classroom. International Conference On Education, 1(1).

Karim, K., & Normaya, N. (2015). Kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model jucama di sekolah menengah pertama. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(1). https://doi.org/10.20527/edumat.v3i1.634

Kemendikbud. (2016). Peraturan Meneteri Pendidikan dan Kebudayaan No.20 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud.

Kusaeri, & Aditomo, A. (2019). Pedagogical beliefs about critical thinking among indonesian mathematics pre-service teachers. International Journal of Instruction, 12(1). www.e-iji.net

Lutfianto, M., & Hartono, Y. (2013). Unfinished student answer in pisa mathematics contextual problem. Indonesian Mathematical Society Journal on Mathematics Education, 4(2), 188–193.

Mahmuzah, R., & Ikhsan, M. (2014). Peningkatan kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematis siswa smp dengan menggunakan pendekatan problem posing. Jurnal Didaktik Matematika, 1(2), 43–53.

Mullis, I. V. S., Martin, M. O., Foy, P., & Hooper, M. (2015). Timss 2015 international results in science saved. Distribution of Science Achievement. http://timss2015.org/timss-2015/science/student-achievement/distribution-of-science-achievement/

Mursidi, A., & Soeharto. (2016). An introduction: Evaluation of quality assurance for higher educational institutions using rasch model. Journal of Education, Teaching and Learning, 1(1), 1–6.

MZ, Z. A., Risnawati, R., Kurniati, A., & Prahmana, R. C. I. (2017). Adversity quotient in mathematics learning (quantitative study on students boarding school in Pekanbaru). International Journal on Emerging Mathematics Education, 1(2), 169. https://doi.org/10.12928/ijeme.v1i2.5780

OECD. (2019). PISA 2018 Results: What Student Student Know and Can Do: Vol. I. https://doi.org/10.1787/5f07c754-en

Parvathy, U. (2014). Relationship between adversity quotient and academic problems among student teachers. IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS), 19(11). Ver. VII. www.iosrjournals.org

Pertiwi, W. (2018). Analisis kemampuan berpikir kritis matematia peserta didik smk pada materi matriks. Pendidikan Tamnusai, 2(4), 793–801.

Rahman, A., Darwis, M., Asyari, S., & Qadry, I. K. (2014). Teaching problem solving in mathematics learning: Reflection from pisa and timss result of the student of Indonesia. Proceeding of International Conference on Research.

Stoltz, P. G. (1997). Adversity Quotient: Turning Obstacles into Opportunities. Canada: John Wiley & Sons, Inc.

Sumintono, B., & Widhiarso, W. (2014). Aplikasi Model Rasch untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial (Revisi). Cimahi: Trim Komunikata Publishing House.

Tiruneh, D. T., De Cock, M., Weldeslassie, A. G., Elen, J., & Janssen, R. (2017). Measuring critical thinking in physics: Development and validation of a critical thinking test in electricity and magnetism. International Journal of Science and Mathematics Education, 15(4), 663–682. https://doi.org/10.1007/s10763-016-9723-0

Widana, I. W. (2018). Higher order thinking skills assessment towards critical thinking on mathematics lesson. International Journal of Social Sciences and Humanities (IJSSH). https://doi.org/10.29332/ijssh.v2n1.74

Widyatiningtyas, R., Kusumah, Y. S., Sumarmo, U., & Sabandar, J. (2015). The impact of problem-based learning approach to senior high school student’s mathematics critical thinking ability. Indonesian Mathematical Society Journal on Mathematics Education, 6(2), 30–38.

Willse, J. T. (2017). Polytomous rasch models in counseling assessment. Measurement and Evaluation in Counseling and Development, 50(4), 248–255. https://doi.org/10.1080/07481756.2017.1362656

Yani, M., Ikhsan, M., & Marwan, M. (2016). Proses berpikir siswa sekolah menengah pertama dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan langkah-langkah Polya ditinjau dari adversity quotient. Jurnal Pendidikan Matematika, 10(1), 43–58.

Yanti, A. P., & Syazali, M. (2016). Analisis proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan langkah-langkah Bransford dan Stein ditinjau dari adversity quotient. Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1), 63–74.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/prima.v4i2.2668

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Prima: Jurnal Pendidikan Matematika

Program Studi Pendidikan Matematika

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Tangerang

Jl. Perintis Kemerdekaan I/33, Cikokol 

Kota Tangerang, Indonesia

e-mail: primajpm@gmail.com


Prima: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2579-9827 e-ISSN: 2580-2216) is licensed under a   Creative Commons Attribution 4.0 International License.     


 View PrimaJPM Stats