PENGUATAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DENGAN EKOTEOLOGI  Membangun Kesadaran Ekologis Melalui Pendekatan Intersubjektif

Authors

  • Suhardi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta , Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.31000/knvaxf44

Abstract

Krisis lingkungan memerlukan respons madrasah yang melampaui pendekatan program insidental, melalui penguatan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berlandaskan ekoteologi. Artikel ini menyoroti bagaimana kolaborasi intersubjektif—berupa dialog, berbagi pengalaman, dan internalisasi nilai—menjadi mekanisme utama pembentukan kesadaran ekologis kolektif di madrasah. Permasalahan yang ditelaah antara lain kesenjangan antara instrumen administrasi dan budaya partisipasi, serta tantangan menyelaraskan fatwa, kebijakan Kementerian Agama, dan praktik keseharian warga madrasah. Penelitian ini berbentuk kajian pustaka dan analisis dokumen dengan pendekatan sintesis tematik atas literatur kebijakan terbaru, fatwa lingkungan, serta referensi MBS, ekoteologi, dan intersubjektivitas. Hasil kajian meliputi empat tema utama, kerangka mekanisme intersubjektif empat tahap, serta satu tabel ringkasan mekanisme pembentukan kesadaran ekologis kolektif di madrasah. Simpulan menegaskan potensi MBS ekoteologis-intersubjektif dalam melembagakan kepedulian lingkungan sebagai identitas kolektif madrasah. Saran diarahkan pada integrasi nilai ekoteologi dalam pengembangan kepemimpinan kepala madrasah serta penelitian empiris lanjutan terkait hubungan praktik intersubjektif dengan perilaku peduli lingkungan.

 

Kata Kunci: Manajemen Berbasis Madrasah (MBM), Ekoteologi, Intersubjektivitas, Kesadaran Ekologis Kolektif, Partisipasi

 

Downloads

Published

2026-07-22