Penerapan Metode Montessori Untuk Anak Down Syndrome
DOI:
https://doi.org/10.31000/ceria.v8i1.1175Kata Kunci:
Metode Montessori, Anak Down SyndromeAbstrak
Setiap anak memiliki hak dan kewajiban untuk berpendidikan, hak untuk tumbuh dan berkembang terlebih di usia keemasan anak atau yang biasa disebut dengan Golden Age, memiliki kebebasan untuk tumbuh dan berkembang. Tidak ada yang membedakan antara anak normal dengan anak dengan keterbelakangan mental seperti down syndrome. Kurangnya pengetahuan orangtua terkait memberikan pendidikan kepada anak down syndrome mereka, menjadikan penelitian ini sangat dibutuhkan, berfokus pada penanganan anak down syndrome dengan metode Montessori yaitu memberikan kebebasan dan kesempatan-kesempatan interaksi yang dilakukan oleh anak down syndrome dengan cara yang edukatif. Melalui metode penelitian kualitatif studi kasus, ditemukanah bahwa metode Montessori melalui kegiatan-kegiatannya, memberikan prospek positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak Down Syndrome.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with Ceria: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the Ceria: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Ceria: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Ceria: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).