Pemikiran Politik Islam Klasik (Studi Awal Atas Perspektif Kalangan Sunni)
DOI:
https://doi.org/10.31000/jgcs.v2i1.777Keywords:
Politik Islam, sunni, agama dan negara, khalifahAbstract
Salah satu ciri pemikiran politik Islam era klasik adalah tidak mempersoalkan kedudukan agama dan negara, apakah terintegrasi atau terpisah. Perdebatan yang terjadi di era klasik berkisar pada wajibnya pendirian sebuah negara, cara memilih kepala negara, dan syarat-syarat yang harus dimiliki kepala negara. Selain itu, pemikiran politik yang berkembang juga cenderung merupakan respon terhadap kondisi sosial politik yang terjadi. Kemunculan paham Sunni sendiri merupakan bentuk kegelisahan terhadap cara pandang yang dibangun oleh kelompok-kelompok yang cenderung mendiskreditkan posisi sahabat Nabi yang dianggap oleh sebagian kalangan yang berseberangan telah melakukan pengkhianatan. Bagi kalangan Sunni, kepemimpinan setelah wafatnya Nabi Muhammad bersifat terbuka–tidak terbatas hanya menjadi milik ahl bayt. Apa pun latar belakangnya, jika dianggap layak dan kompeten maka ia bisa diusulkan menjadi pemimpin. Jadi, penunjukan atau pengangkatan khalifah sebagai penguasa yang sah tergantung pada kualitas-kualitas spesifik yang dimiliki calon pemimpin.
Â
One of the characteristics of Islamic political thought in classical era is not questioning the position of religion and state, whether integrated or separated. The debate that occurred in the classical era revolves around the mandatory establishment of a state, how to choose the head of state, and the conditions that must be owned by the head of state. Furthermore, the development of political thought also tends to be a response to the existing sociopolitical conditions. The emergence of Sunni itself is a form of anxiety over the perspective constructed by groups which tend to discredit the Prophet’s companion’s position which is considered by some opposing circles to have committed treason. For the Sunnis, the leadership after the Prophet Muhammad’s death was open–not limited to the possession of ahl bayt. Whatever the background, if deemed feasible and competent then he can be proposed to be a leader. Thus, the appointment of the caliph as a legitimate ruler depends on the specific qualities of the future leader.
References
Abbas, S. (2010). I’tiqad Ahlussunnah Wal Jama’ah. Jakarta: Pustaka Tarbiyah Baru.
Akbar, Idil. (2017). “Khilafah Islamiyah: Antara Konsep dan Realitas Kenegaraan (Republik Islam Iran dan Kerajaan Islam Arab Saudi)â€. Journal of Government and
Civil Society, 1(1): 95-109.
Ali, S. M. (2007). Hussain The King of Marytyrs Raja Para Syuhada. Jakarta: Lentera Hati.
Al-Mawardi, I. (2014). Al Ahkam Al Sulthaniyah: Hukum-Hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syariat Islam. Bekas: Darul Falah.
Al-Munawar, Said Agil. (1999). “Fikih Siyasah dalam Konteks Perubahan Menuju Masyarakat Madaniâ€. Jurnal Ilmu Sosial Keagamaan, 1(1): 38-39.
Amin, N. (2017). Paradigma Teologi Politik Sunni, Melacak Abu Al Hasan Al Asy’ari. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Amin, S., & Siregar, F. M. (2015). Pemimpin dan Kepemimpinan dalam Al-Qur’an. Tanzil: Jurnal Studi Al-Qur’an, 27-40.
Amini, I. (2005). Semua Perlu Tahu. Jakarta: Al Huda.
Arfiansyah. (2010). “Pemikiran Politik Islam: Sebuah Tinjauan Sejarah Terhadap Arus Pemikiran Islam Klasik sampai Awal Abad ke 20â€. SUBSTANTIA, 12(2): 255-276.
Black, A. (2006). Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Nabi Hingga Masa Kini. Jakarta: Serambi.
Butterworth, C. E. (1992). “Political Islam: The Originsâ€. Annals of the American Academy of Political anf Social Science, 524: 26-37.
Effendy, B. (2011). Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Jakarta: Democracy Project.
Enayat, H. (1988). Reaksi Politik Sunni dan Syiah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad Ke-20. Bandung: Pustaka.
Fachruroji, Moch. (2008). “Trilogi Kepemimpinan Islam: Analisis Teoritik terhadap Konsep Khilafah, Imamah dan Imarah.†Jurnal Ilmu Dakwah, 4(12): 289–304.
Fadli, Yusuf. (2017). “Islam, Perempuan dan Politik: Argumentasi Keterlibatan Perempuan dalam Politik di Indonesia Pasca Reformasiâ€. Journal of Government and Civil Society, 1(1): 41-63.
Hakiki, Kiki Muhamad. (2012). “Mengkaji Ulang Sejarah Politik Kekuasaan Abbasiyahâ€.
Jurnal TAPIs, 9(1): 113-134.
Hughes, T. P. (1982). Dictionary of Islam. New Delhi: Cosmo Publication.
Humaidi, M. Nurul. (2009). “Kepemimpinan dalam Perspetif Shi’ah: Kajian atas Konsep Imamahâ€. HUMANITY, 5(1): 36-41.
Ja’farian, R. (2009). Sejarah Islam: Sejak Wafat Nabi SAW Hingga Runtuhnya Dinasti Bani Umayyah. Jakarta: Lentera.
Jafri, H. M. (1979). Origin and Early Development of Shi’a Islam. New York: Longman.
Katsir, I. (2002). Bidayah Wa Nihaya: Masa Khulafa’ur Rasyidin. Jakarta: Darul Haq.
Makmun, A. R. (2006). Sunni dan Kekuasaan Politik. Ponorogo: Ponorogo Press.
Munawwir, A. W. (1984). Al-Munawwir (Kamus Arab-Indonesia). Surabaya: Pustaka Progressif.
Muthahhari, M. (2002). Manusia dan Alam Semesta. Jakarta: al-Huda.
Nasution, H. (1986). Teologi Islam: Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan. Jakarta: UI Press.
Nasution, H. (2008). Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jakarta: UI Press.
Ritaudin, M. Sidi. (2009). “Spirit Islam Politik Periode Al-Khulafa Al-Rasyidun bagi Negara Kesatuan Republik Indonesiaâ€. Jurnal TAPIs, 5(10): 1-18.
Rusli, Ris’an. (2015). “Imamah: Kajian Doktrin Syi’ah dan Perdebatan Pemikiran Islam Klasikâ€. Intizar, 21(2): 201-223.
Sjadzali, M. (1999). Islam dan Tata Negara: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran. Jakarta: UI Press.
Sunanto, M. (2003). Sejarah Islam Klasik: Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam. Jakarta: Kencana.
Syarif, M. I. (2008). Fiqh Siyasah: Doktrin dan Pemikiran Politik Islam. Jakarta: Erlangga.
Thabathaba’i, M. (1989). Islam Syi’ah: Asal-Usul dan Perkembangannya. Jakarta: Grafiti Press.
Thabathaba’i, M. (1992). Inilah Islam. Bandung: Pustaka Hidayah.
Zahrah, M. A. (2010). Aliran Politik dan Aqidah dalam Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama.
Zuhraini. (2014). “Islam: Negara, Demokrasi, Hukum dan Politikâ€. ANALISIS: Jurnal Studi Keislaman, 14(1): 29-57.
Zulkarnain. (2011). “Konsep Al-Imamah dalam Perspektif Syiahâ€. Jurnal TAPIs, 7(13): 1-18.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright of their articles and grant the Journal of Government and Civil Society (JGCS) the right of first publication under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0).Â
Under this license, others are free to:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
As long as:
- Appropriate credit is given to the original author(s) and the journal
- A link to the license is provided
- Any modified content is distributed under the same license
License details: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
Authors are also permitted to distribute their published work in other venues (e.g., institutional repositories or books) with acknowledgment of its original publication in JGCS.
Authors are encouraged to disseminate their work (e.g., via preprint servers or academic networks) prior to and during the submission process to increase visibility and impact.