REPRESENTASI ALAM DAN ESTETIKA DALAM PUISI HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO: EKOKRITIK TEORI 'HIJAU’
Main Article Content
Abstract
Puisi adalah bentuk karya sastra yang dekat dengan alam. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan ekokritik sebagai teori ‘hijau’, representasi alam serta estetika yang terkandung dalam puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Pendekatan yang digunakan adalah ekokritik Greg Garrad dan estetika Alexander Gottlieb Baumgarten. Hasil pembahasannya adalah ekokritik sebagai ‘teori hijau’ menjadi jembatan ekosfer dalam tata wacana dan dalam tata realita. Representasi alam antara lain: hujan; pohon berbunga; jalan; akar pohon; bunga. Kaitannya dalam ekologi adalah manusia harus berperan aktif dalam menjaga kelestarian pohon-pohon dan merawatnya supaya bisa tumbuh, berbunga, serta berbuah. Manusia haruslah bijaksana dalam memanfaatkan datangnya hujan agar tidak menimbulkan bencana. Manusia harus menyadari bahwa pentingnya menjaga kelestarian alam dalam hal ini adalah air, pohon-pohon, dan bunga-bunga. Nilai-nilai estetika yang terkandung berupa pilihan kata: rintik rindunya; pohon berbunga; dihapusnya jejak-jejak kakinya; diserap akar pohon bunga itu. Bentuk estetikanya adalah keindahan secara fisik; keindahan secara abstrak; dan keindahan secara konkret.
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Nusa Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memberikan akses terbuka terhadap siapapun agar informasi dan temuan pada artikel tersebut bermanfaat bagi semua orang. Semua konten artikel jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara gratis, tanpa dipungut biaya sesuai dengan lisensi creative commons yang digunakan.
How to Cite
References
Boonpromkul, P. (2024). Reading eco-crisis poems in the face of environmental crises in reality: A case study. Journal of Liberal Arts, Thammasat University.
Damono, Djoko Sapardi. (2020). Hujan Bulan Juni: Serpihan Sajak. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Garrad, Greg. (2004). Ecocriticism. New York: Routledge.
Glotfelty & Fromm. (1996). The Ecocritism Reader: Landmarks in Literary Ecology. Athens: University of Georgia Press.
Habibie, N. A., Liputo, M. G., & Kadir, H. (2024). Makna puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono (kajian semiotika Charles Sanders Peirce). Jambura Journal of Linguistics and Literature, 5(1). https://doi.org/10.37905/jjll.v5i1.20297.
Hammersma, Hary. (1989). Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern. Jakarta: Gramedia.
Harsono, Siswo. (2008). Ekokritik: Kritik Sastra Berwawasan Lingkungan. Semarang: Fakultas Sastra, UNDIP.
Kementerian Agama RI. (2005). Al-Quran dan Terjemahnya. Bandung: PT. Syaamil Cipta Media.
Marwah, S., Yunus, N. H., Muthmainnah, Ahmad, H., & Rehman, S. U. (2026). An analysis of stylistic devices in the poetry collection Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono. Jadila: Journal of Development and Innovation in Language and Literature Education, 6(3). https://doi.org/10.52760/jadila.v6i3.856
Masamaka, J. (2026). Revisiting nonhuman agency in African ecocriticism: The precarity of coastal life in the poetry of Kofi Awoonor and Kofi Anyidoho. Journal of the African Literature Association, 20(1), 47–62. https://doi.org/10.1080/21674736.2025.2609021
Mirbach, Dagmar. (2007). Asthetik. Hamburg: Felix Meiner Verlag.
Pabuntang, I. (2024). Gaya bahasa personifikasi dalam manuskrip “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono. Kode: Jurnal Bahasa, 13(4). https://doi.org/10.24114/kjb.v13i3.65858
Paz, J. (2025). Storm-thoughts and ice-songs: A creative-critical response to Old English eco-poetry. Postmedieval, 16, 163–208. https://doi.org/10.1057/s41280-024-00359-6
Pranoto, N. (2012, 3 Oktober). Sastra Hijau dan Eksistensi Bumi. Rayakultura.net. diperoleh 3 Oktober 2021, dari http://rayakultura.net
Sahoo, A. (2025). Ecocriticism in poetry and its role in raising eco-consciousness: A review of themes, research gaps and challenges. Decision, 52, 3. https://doi.org/10.1007/s40622-025-00430-6
Setiaji, A.B. (2020). Representasi dan Nilai Kearifan Ekologi Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono: Ekokritik Greg Garrard. Jurnal Lingue, 2 (2), 105-114.
Shany, A., & Astuti, R. D. (2024). Analisis gaya bahasa puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono: Kajian stilistika. BIDUK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.30599/biduk.v1i2.654
Shoba, V. & Ngaraj, P. (2013). Ecology in Relation to Ecocritism: A Theoretical Approach. Indian Journal of Applied Research, 3 (1), 85 – 96.