ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
DOI:
https://doi.org/10.31000/prima.v1i1.256Abstract
Kemampuan berpikir reflektif matematis merupakan kemampuan matematis berpikir tingkat tinggi. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan kemampuan ini adalah dengan mengetahui gaya belajar siswa. untuk mengetahui itu maka dilakukan penelitian dengan jenis kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir reflektif matematis siswa ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII A di SMPN 4 Rangkasbitung yang dipilih secara purposive Sampling pada materi bangun ruang. Hasil analisis data menunjukkan, siswa visual, auditorial dan kinestetik belum mampu mengidentifikasi rumus atau konsep yang digunakan karena tidak memberikan jawaban secara keseluruhan. Siswa visual dan siswa kinestetik mampu mengevaluasi dengan benar, jelas, kurang sistematis, namun lengkap sedangkan siswa auditorial mampu mengevaluasi dengan benar, jelas, sistematis, dan lengkap. Siswa visual dan siswa auditorial memberikan jawaban kurang lengkap dan jawaban salah serta tidak memberikan analogi sedangkan siswa kinestetik memberikan jawaban lengkap namun jawaban salah serta tidak memberikan analogi. Siswa visual memberikan perhitungan kurang lengkap, jawaban akhir salah dan tidak memberikan generalisasi disertai alasan, siswa auditorial memberikan perhitungan benar, jawaban akhir benar namun tidak memberikan generalisasi disertai alasan sedangkan siswa kinestetik memberikan perhitungan benar, jawaban akhir benar dan memberikan generalisasi disertai alasan. Siswa visual menjelaskan dengan bahasannya sendiri dan jawaban benar, siswa auditorial menjelaskan dengan menjelaskannya panjang lebar dan jawaban benar sedangkan siswa kinestetik menjelaskan dengan jawaban benar. Siswa visual sudah mampu memberikan interpretasi namun belum lengkap dan perhitungan benar, siswa auditorial belum mampu memberikan interpretasi namun perhitungan benar, sedangkan siswa kinestetik sudah mampu memberikan interpretasi dengan baik dengan perhitungan yang benar.
Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis, Gaya Belajar, Visual, Auditorial, KinestetikReferences
Colucciello, M. (1999). "Relationships Between Critical Thinking Dispositions and Learning Style". JournalofProfessionalNursing, Vol 15, No 5 (September-October) , 294-301. Tersedia: http://www.jstor.org/stable. Diakses pada 18 september 2016 Pukul 15.24 WIB
Deporter, B. & Hernacki, M, (2013). Quantum Learning. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Hidayatullah. (2015). Pemetaan Tingkat Berpikir Kreatif Mahasiswa Pendidikan Matematika dalam Penyelesaian Masalah Soal Analisis Real 2 Ditinjau dari Gaya Belajar.Jurnal e-DuMath Volume 1 No. 2, Agustus 2015 Hlm. 97-105. Tersedia: http://download.portalgaruda.org/article. diakses pada 23 November 2016 pukul 19.00 WiB
Nindiasari, H. (2011). "Pengembangan Bahan Ajar dan Instrumen untuk Meningkatkan Berpikir Reflektif Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)".Jurnal Prosiding ISBN: 978–979–16353–6–3. Tersedia: http:// eprints.uny.ac.id. Diakses pada 19 Oktober Pukul 19.00 WIB.
Nindiasari, H. (2013). Meningkatkan Kemampuan dan Disposisi Berpikir Reflektif Matematis serta Kemandirian Belajar Siswa SMA Melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Metakognitif Disertasi pada SPs UPI. Bandung: Tidak Diterbitkan.Tersedia: http://repository.upi.edu. Diakses pada 1 Januari 2017 Pukul 19.00 WIB.
Nindiasari, H. dkk. (2014). "Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa SMA".Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, Vol. 1 No. 1. Tersedia: http://ejournal.sps.upi.edu. diakses pada 22 November 2016 pukul 19.00 WIB
Nindiasari, H. dkk (2016). "Desain Diktatis Tahapan Kemampuan dan Disposisi Berpikir Reflektif Matematis Berdasarkan Gaya Belajar".Jurnal Kependidikan, Volume 46, Nomor 2, Halaman 219-232 Tersedia: http://http://journal.uny.ac.id. Diakses pada 1 Januari 2017 Pukul 19.00 WIB.
Subandar, J. (2013). "Berpikir Reflektif dalam Pembelajaran Matematika". Jurnal UPI. Tersedia: http:// file.upi.edu Diakses pada 19 Oktober Pukul 19.00 WIB.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alpabeta.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatiff, Kualititif dan R&D. Bandung: Alpabeta.
Suharna, H. (2012). "Berpikir Eflektif (Reflektif Thingking) Siswa SD Berkemampuan Matematika Tinggi dalam Pemecahan Masalah Pecahan".Jurnal Prosiding ISBN: 978-979-16353-8-7 Tersedia: http:// eprints.uny.ac.id Diakses pada 19 Oktober Pukul 19.00 WIB.
Suharna, H. dkk (2012). "Berpikir Reflektif Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika".Jurnal KNPM V, Himpunan Matematika Indonesia. Tersedia: http:// fmipa.um.ac.id Diakses pada 19 Oktober Pukul 19.00 WIB.
Suherman, E. (2001). Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Matematika. Modul 1-6.
Jakarta : Universitas Terbuka
Suherman. E dkk (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Prima: Jurnal Pendidikan Matematika agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the Prima: Jurnal Pendidikan Matematika right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Prima: Jurnal Pendidikan Matematika. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Prima: Jurnal Pendidikan Matematika. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).