Institusionalisasi Partai Politik Dalam Pilkada 2017 (Studi Kasus : Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)

Agam Primadi, Titin Purwaningsih

Abstract


Kontestasi politik di tingkat daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghasilkan dimanika politik yang dinamis, perolehan suara partai Golkar pasang surut. Hal ini berdampak terhadap perolehan suara pesta demokrasi yang terlaksana di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan menganalisis pelembagaan partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pasca kekalahan di pemilihan Gubernur tahun 2017. Selain itu, penelitian berupaya melihat carut-marutnya proses rekrutmen politik di internal partai. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data diperolehan melalui interview (wawancara), observasi, dan pemanfaatan data sekunder dan primer. Kekalahan calon dari partai Golkar di akibatkan karena institusionalisasi partai politik di internal partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum berjalan dengan maksimal dan baik. Selain itu, ada beberapa faktor kekelahan diantaranya, Pertama, dalam hal pengambilan kebijakan rekrutmen calon Gubernur dan Wakil Gubernur di pemilihan tahun 2017 masih diwarnai dengan pelanggaran konstitusi partai dalam artian pengurus partai dalam rekrutmen tidak berdasarkan mekanisme aturan AD/ART partai. Pengurus Golkar di level daerah tidak dilibatkan dalam proses penjaringan, seleksi, dan penetapan calon Gubernur ditubuh partai Golkar. Kedua, adanya “politik dagang sapi” dalam proses rekrutmen mengisyaratkan kecendrungan uang masih sangat kuat dalam mendapatkan rekomendasi dari level pusat dan dukungan dari level pengurus partai di daerah

Keywords


Institusionalisasi partai politik; oligarki politik; elit politik; Partai Golkar.

Full Text:

PDF

References


Basedau, M & Stroh, A. (2008). Mearusing Party Institusioalizaton in Developing Countries: A New Research Instrument Applied to 28 African Political Parties, GIGA Research Programme: Legitimacy and Efficiency of Political Systems. Number 69.

Baswedan, A. (2006) “Siapakah Rulling Elite Indonesia” dalam Harian Kompas.

Eristyawan, F. N. (2014). Pelembagaan Partai Kebangkitan Bangsa Studi Kasus Kemerosotan Suara Pada Pemilihan Umum. Jurnal Unair, 2(3).

Harjanto, N. (2011). Politik Kekerabatan dan Institusionalisasi Partai Politik di Indonesia. Analisis CSIS: Politik Dan Kekerabatan Di Indonesia, 40(2), 138–159.

Huntington, SP, & Nelson, J. (1994). Partisipasi Politik di Negara Berkembang. Jakarta:Rineka Cipta.

Holil, M. (2009) Dinamika Politik Islam Golkar di Era Orde Baru. Tangerang: Gaya Media Pratama.

Imansyah, T. (2012). Regulasi partai politik dalam mewujudkan penguatan peran dan fungsi kelembagaan partai politik. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, ,1((3)), 375–395.

Moelong, L. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Romli, L. (2016). Reformasi partai politik dan sistem kepartaian di indonesia. Journal Politica, 2(2), 199–220.

Solikhin, A. (2017). Menimbang Pentingnya Desentralisasi Partai Politik di Indonesia. Journal of Governance, 2(1).

Syamsuddin, H. (2016). Demokratisasi Partai dan Dilema Sistem Kepartaian di Indonesia. Jurnal Penelitian Politik, 3(1), 67–76.

Towar Ikbal Tawakkal, G. (2009). Peran Partai Politik Dalam Mobilisasi Pemilih Studi Kegagalan Parpol Pada Pemilu Legislatif di Kabupaten Demak 2009. (Doctoral Dissertation, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

Tandjung, A. (2007). The Golkar Way : Survival Partai Golkar Di Tengah Turbulensi Politik Era Transisi (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Varma, SP. (1975). Teori Politik Modern, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Winters, J. (2011) Oligarki, Jakarta: Gramedia Pustakan Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/jgcs.v3i1.1099

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.