Inovasi Dialogis: Menuju Transformasi Pelayanan Publik Yang Partisipatif (Kajian Sistem Pelayanan Malang Online)

Krishno Hadi, Listiana Asworo, Iradhad Taqwa

Abstract


This article highlights the importance of a dialogic relationship between government and society in the effort to build more participatory service system innovations. The idea of dialogic innovation itself arises as a logical consequence of the open government system, which replaces outdated service practices. This new idea emphasizes accountability, transparency and participation from the community as the spirit of the public service system. Thus, public service innovation is produced by absorbing bottom-up innovation. This research uses a qualitative approach with a case study model. Data collected through observation, depth interviews and documentation. The results of this study indicate that the Malang Online Service System (SINGO) implemented in the village of Sawojajar, Malang is evidence of the success of dialogic innovation between the community and the government. The android application-based public service system was conceived and created by the Sawojajar community itself, supported by the local government. SINGO’s innovations have succeeded in becoming champions and pioneers for other villages. This shows that dialogical and participatory public services have succeeded in changing the old pathological bureaucratic paradigm into emancipation.

 

Artikel ini menyoroti pentingnya relasi dialogis antara pemerintah dengan masyarakat dalam upaya membangun inovasi sistem layanan yang lebih partisipatif. Gagasan inovasi dialogis sendiri muncul sebagai konsekuensi logis dari sistem open government, yang menggantikan praktik pelayanan yang telah usang. Ide baru ini menitikberatkan pada akuntabilitas, transparansi serta partisipasi dari masyarakat sebagai ruh dari sistem pelayanan publik. Sehingga, inovasi pelayanan publik dihasilkan dengan cara menyerap aspirasi dari bawah (bottom-up innovation). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, depth interview dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sistem Pelayanan Malang Online (SINGO) yang diterapkan di kelurahan Sawojajar, Malang merupakan bukti dari keberhasilan inovasi dialogis antara masyarakat dengan pemerintah. Sistem pelayanan publik berbasis aplikasi android digagas dan diciptakan oleh masyarakat Sawojajar sendiri, didukung oleh pemerintah setempat. Inovasi SINGO sendiri berhasil menjadi juara sekaligus pionir bagi kelurahan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan publik yang dialogis dan partisipatif berhasil mengubah paradigma birokrasi lama yang patologis menjadi emansipatif.


Keywords


Open Government; Bottom-Up Innovation; Pelayanan Publik; SINGO

Full Text:

PDF

References


Atthahara, Haura. (2018). Inovasi Pelayanan Publik Berbasis E-Government: Studi Kasus Aplikasi Ogan Lopian Dinas Komunikasi dan Informasi di Kabupaten Purwakarta. Jurnal Politikom Indonesiana, 3(1), 66-77.

Blau, Peter M & Meyer, Marshall W. (2000). Birokrasi dalam Masyarakat Modern. Jakarta: Pustakaraya .

Cahyadi, Adi, (2003). E-Governmnet: Suatu Tinjauan Konsep dan Permasalahan. Jurnal The Winners, 4 (1), 1-12.

Caiden, Gerald E.(1992). Administrative Reform Comes of Age. Public Administration Vol.70 No.2 (Spring).

Denhardt, Janet V, Robert B. Denhardt. (2003). The New Public Service: Serving, not Steering. Armonk, New York: M.E Sharpe.

Dharma Putra, Rizvanda Meilano. (2018). Inovasi Pelayanan Publik di Era Disrupsi Studi Tentang Keberlanjutan Inovasi E-Health di Kota Surabaya. Jurnal Manajemen dan Kebijakan Publik, 6(2), 1-13.

Dharmanu, I Putu, (2017). Modernisasi dan Inovasi dalam Pelayanan Publik Melalui E-Government di Kota Denpasar. Jurnal ADHUM, VII (2), 93-107.

Evans, M. A, & Campos, A. (2013). Open Government Initiatives: Challenges of Citizen Participation. Journal of Policy Analysis and Management, 32(1), 172–185.

Febryan, dkk.(2016). Implementasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Informasi (Studi Kasus Di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Bogor. Jurnal Ilmu Administrasi, 1(1), 1-9

Geiger, C. P & Lucke, J. von (2012). Open Government and (Linked) (Open) (Government) (Data). eJournal of eDemocracy and Open Government, 4, 265–278.

George, dkk. (2012). Innovation For Inclusive Growth: Towards a Theoretical Framework and a Research Agenda. Journal of Management Studies, (49(4), 661-683.

Grindle, Merilee S. (1997). The Good Government Imperative: Human Resources. Organizations and Institutions, dalam

Merilee S. Grindle (ed). Getting Good Governance: Capacity Building in The Public Sectors of Developing Countries, Boston, MA: Harvard University Press.

Hadi, Krishno. (2018). Inovasi Pelayanan Publik Bidang Manajemen Tata Kearsipan (Studi Kasus pada Kelurahan Sukun, Kec.Sukun, Kota Malang). Laporan Akhir Blockgrant FISIP-UMM.

Harrison, T. M.,et all (2011). Open Government and E-Government. Proceedings of the 12th Annual International Digital Government Research Conference on Digital Government Innovation in Challenging Times-. doi:10.1145/2037556.2037597.

Hidayat,Rofik.2019.https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5da83b13e8ca5/minim-partisipasi-publik-penyebab-produk-uu-berujung-ke-mk/,diakses pada tanggal 13 April 2020

Hilda, Nurul. (2014). Strategi Inovasi Layanan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 2(1), 1-10.

Hilgers, D. (2012). Open Government. Journal of Business Economics, 82(6), 631– 660.

Indrajit, ER. (2005). E-Government: in Action. Yogyakarta: Andi Offset.

K.Yin, Robert. (2009). Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Lele, Gabriel. (2004). Intervensi Kebijakan Pasca (Dis)Integrasi: Sebuah Pendekatan Resolusi Konflik, dalam

Santoso, dkk (ed). 2004. Menembus Ortodoksi Kajian Kebijakan Publik. Yogyakarta: FISIPOL-UGM.

McNulty, S. L., & Wampler, B. (2015). Participatory Governance. Emerging Trends in the Social and Behavioral Sciences, 1–14. doi:10.1002/9781118900772.etrds0248

Meijer, A. J, Curtin D., & Hillebrandt, M. (2012). Open government: connecting vision and voice. International Review of Administrative Sciences, 78(1), 10–29.

Moleong, Lexy J. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Muslim, Ahmadi Imam. (2017). Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi dan Komunikasi Pada Pelayanan Laporan Gangguan Kamtibmas Melalui “Kentongan Online” Polres Jember. Universitas Jember. Skripsi.

Nurdin, Andi Heny Mulawati. (2019). Menuju Pemerintahan Terbuka (Open Government) Melalui Penerapan E-Government. https://www.researchgate.net/publication/330525014.

Osborne, David & Gabler, Ted. (1995). Mewirausahakan Birokrasi. Jakarta: Pustaka Binawan Presindo.

Rahmat, Pupu Saeful. (2009). Penelitian Kualitatif. Jurnal Equilibrium, 5(9) 1-8.

Sihotang, Kasdin (2011). Pendidikan Multikulturalisme Untuk Masyarakat Terbuka dalam Prisma (2011). Masyarakat Terbuka Indonesia: Pesona Atau Persoalan? LP3ES, 30(1), 90.

Sorensen, E., & Torfing, J. (2011). Enhancing Collaborative Innovation in the Public Sector. Administration & Society, 43(8), 842–868. doi:10.1177/0095399711418768.

Thoha, Miftah. (2003). Birokrasi dan Politik di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo.

Turner, Mark dan David Hulme. (1997). Governance, Administrration and Development: Making The State Work. London: MacMillan Press Ltd.

UNDP. (1997). Governance for Sustainable Human Development: A UNDP Policy Documenet. New York: UNDP.

Warsito, Herfina Tedjo. (2016). Implementasi Program E-Kios sebagai Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Informasi di Kelurahan Kebraon Kota Surabaya. Jurnal Manajemen dan Kebijakan Publik, 4(2), 8-17.

Wirtz, B. W., & Birkmeyer, S. (2015). Open Government: Origin, Development, and Conceptual Perspectives. International Journal of Public Administration, 38(5), 381–396. doi:10.1080/01900692.2014.942735




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/jgcs.v4i1.2438

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




View JGCS Stats