Unveiling the Hidden Struggles: Political Violence Against Women Through the Lens of Standpoint Theory

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31000/nyimak.v8i2.10893

Abstract

Violence against women in politics is fundamentally rooted in the patriarchal socio-cultural construct that creates unfair and unequal perspectives, disadvantaging women while benefiting men. This study focuses on the violence experienced by women due to the perspectives and power relations shaped by long-standing patriarchal values. Using Standpoint Theory and the theory of power relations in communication influenced by patriarchal culture, this research analyzes how differences in viewpoints between men and women can lead to divergent ideas, attitudes, knowledge, and behaviors regarding women. The study adopts a qualitative approach using a single holistic case study method. The research object is the perspective underlying violence against women in politics. The entrenched patriarchal culture has reinforced discriminatory understanding and awareness towards women. Consequently, this study emphasizes the importance of a continuous movement to eradicate political violence, aiming to establish a political communication framework that is free from violence and equitable for all, regardless of gender.

Keywords: Political Violence, Patriarchy, Political Culture, Women, Standpoint Theory

 

Abstrak

Kekerasan terhadap perempuan dalam politik pada dasarnya berakar pada konstruksi sosial-budaya patriarkal yang membentuk perspektif yang tidak adil dan tidak setara, merugikan perempuan dan menguntungkan laki-laki. Penelitian ini berfokus pada kekerasan yang dialami perempuan akibat perspektif dan relasi kuasa yang dibentuk oleh nilai-nilai patriarki yang telah lama mengakar. Dengan menggunakan Teori Standpoint dan teori relasi kuasa dalam komunikasi yang dipengaruhi oleh budaya patriarkal, penelitian ini menganalisis bagaimana perbedaan sudut pandang antara laki-laki dan perempuan dapat menghasilkan ide, sikap, pengetahuan, dan perilaku yang berbeda terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus holistik tunggal. Objek penelitian adalah perspektif yang melandasi kekerasan terhadap perempuan dalam politik. Budaya patriarkal yang mengakar kuat telah memperkuat pemahaman dan kesadaran diskriminatif terhadap perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya gerakan berkelanjutan untuk menghapus kekerasan politik, dengan tujuan membangun kerangka komunikasi politik yang bebas dari kekerasan dan adil bagi semua pihak, tanpa memandang gender.

Kata kunci: kekerasan-politik, partiarki, budaya politik, perempuan, stanpoint theory

Author Biographies

  • Umaimah Umaimah, Universitas Budi Luhur

    Fokus pada Komunikasi Politik, Media Sosial dan Kajian Perempuan. Mengajar Di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur,. Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi S2 MIKOM) Universitas Budi Luhur. Aktif menulis dan melakukan penelitian seperti Keterwakilan Perempuan Di DPR RI, Kajian Affirmative Action, pada tahun 2009 dan 2010, Artikel dalam jurnal seperti Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas UPN Veteran Yogyakarta (2012 & 2019) Jurnal Sosiohumaniora (2012, 2013, 2014 & 2015 , Jurnal Pengembangan SumberDaya Manusia Universitas Teknologi Malaka pada 2012, 2013, 2018, Jurnal Komunikasi Malaysia, JIK  Padjadjaran University (2018),Advanced Science Letters 24 (4), 2213-2217, 24 (4), 2213-2217, 24 (4), 2591-2594, 24 (4), 2591-2594,, 24 (10), 7152-7154,24(4), 2387-2391 dan 24 (4), 10), 7141-7146, dll.

    Menulis buku Risalah Politik Perempuan: Media Massa dan Kontra Hegemoni Gerakan Hegemoni (2014), Kekuatan Perempuan dan Politik (2014), Media Massa dan Gerakan Counter Hegemoni: Politik Perempuan Lokal, (2015), Memelihara Masyarakat Aceh MelaluiMeunasah (2014), dan Komunikasi Politik: Teori, Konsep dan Aplikasi di Era Media Baru (rev. Edisi, 2016). Mengikuti beberapa seminar dan Konferensi Internasional seperti Konferensi Internasional seperti ADIC Malaysia, AMIC Malaysia, ABESS 2017 KrabiThailand, CSSR 2017-2018 Melaka, BECIC, Patsinulok Thailand 2018, SYSSARM 2015, CISSMR, Male, Maldive 2019. KNK Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indonesia (ISKI) 2013, 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019. Memberikan Pelatihan HUMAS/PR di Aceh, Bulog, dll, Memperoleh Sertifikasi Dibidang Humas, TIM Perancang KKNI dan SKKNI Auditor Komunikasi Departemen Komunikasidan Informasi 2015-2017. Pengurus dan Pendamping Program Organisasi Masyarakat Perempuan FORKOMNAS KPPPA 2017-2019(Semarang, Bogor, Medan dan Tangerang), Pengurus ICMI 2012-2016, Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia (2012-2017,), TamanIskandar Muda (TIM), 2022-2027. Salah satu Ketua PP. Muslimat AlWasliyah 2021-2025, Ketua SWYC dan Satgas Universitas Budi Luhur – 2021-2024, Presidium BMIWI Indonesia 2023-2028, Pengurus Majelis Adat Aceh-2023-3028,  & Pengurus DGA 2023-2028. Ketua Suhanah Women and Youth Center (SWYC) dan Satgas PPKS Universitas Budi Luhur (2022-2024)

  • Mohamad Zahir Zainudin, Universitas Teknikal Malaysia Melaka, Malaysia
    Editor in Chief Jurnal Human Capital and Development, Universitas Teknikal Malaysia Melaka
  • Eko Sumardi, Universitas Budi Luhur
    Dosen Komunikasi Massa FKDK
  • Muhammad Akbar, Universitas Budi Luhur
    Mahasiswa Universitas Budi Luhur
  • Ryanka Dizayani Putra, Universitas Budi Luhur
    Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi

References

Acleddata.com. (2021). Political Violence Targeting Women. Acled.

Aini, N. (2022). Komnas Perempuan: Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat Signifikan | Republika Online. Republika.Co.Id.

https://www.republika.co.id/berita/r8d7ew382/komnas-perempuan-kekerasan-terhadap-perempuan-meningkat-signifikan

Almond, G. A., & Verba, S. (1965). The Civic Culture: Political Attitudes and Democracy in Five Nations: An Analytic Study. Little Brown Cop.

Aspers, P., & Corte, U. (2019). What is Qualitative in Research. Qualitative Sociology, 44(4), 599–608. https://doi.org/10.1007/s11133-021-09497-w

Bogossian, T. (2023). Political Gender Violence Against Women in Brazil. Journal of Medical and Clinical Nursing Studies, 1–5. https://doi.org/10.61440/JMCNS.2023.v1.04

Budiana, M. (2023). Political Cultere and Society’s Political Orientation in the Digital Age. Jurnal Multidisiplin Sahombu, 3(01).

https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/JMS

Creswell, W. John. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2005). No TitleIntroduction. The discipline and practice of qualitativeresearch. In The Sage handbook of qualitative research. Sage Publication.

Fakih, M. (2013). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar. Fatwasuci, K., & Irwansyah, I. (2022). Fenomena Keberadaan Kaum Marginal dalam Masyarakat: Sebuah Kajian Literatur Standpoint Theory. JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI, 6(1), 40–49. https://doi.org/10.51544/jlmk.v6i1.1669

Fitri, A. (2019). Analisis Standpoint Theory Gerakan Feminisme dalam Film Monalisa Smile Analisis Standpoint Theory dan Gerakan Feminisme dalam Film. 01(June 2016).

George, R., Tøraasen, M., & Domingo, P. (2021). " ALIGN BRIEFING. www.alignplatform.org

Griffin, E. A. (2012). A First look at communication theory. Mc Graw Hill.

Griffin, E. A. (2015). A First Look at Communication Theory. Mc Graw Hill.

Hamid, H. (2019, December). Penentuan Kewajiban Kuota 30% Perempuan Dalam Calon Legislatif Sebagai Upaya Affirmative Action. Legislatif, 3(1). https://mediaindonesia.com/read/detail/259643-cukup-kejar-dulu-kuota-30-untuk-perempuan

Hasunuma, L., & Shin, K. (2020). Me Too Political Science (1st ed.).

Idrus, I. A., Anurlia, A., & Fadiyah, D. (2023). Analysis of the Impact of Patriarchal Culture on the Role of Women in Politics and Governance. JSIP: Jurnal Studi Ilmu Pemerintahan, 04(1), 2023.

Institute for Leadership and Development Studies. (2022). Social Media Pack on Violence Against Women in Politics (VAWP).

Inter-Parliamentary Union (IPU). (2016). Sexism, harassment and violence against women parliamentarians _ Inter-Parliamentary Union.

(https://www.ipu.org/resources/publications/issue-briefs/2016-10/sexism-har-assment-and-violence-against-women-parliamentarians).

Jalastoria.id. (2022). Kekerasan terhadap Perempuan di Ranah Politik – JalaStoria.

Kollo, F. L. (2017a). Budaya Patriarki dan Partisipasi Perempuan dalam Bidang Politik. Prosiding Konferensi Nasional Kewarganegaraan III, III(November), 321–322. http://eprints.uad.ac.id/9799/1/315-318 Fredik Lambertus Kollo.pdf

Kollo, F. L. (2017b). Budaya Patriarki dan Partisipasi Perempuan dalam Bidang Politik. Prosiding Konferensi Nasional Kewarganegaraan III, III(November), 321–322.

Kollo, F. L., & Sunarso, S. (2018). Patriarchy Culture and Injustice for Women in Politics.

Kronsell, A. (2005). Gender, power and European integration theory. Journal of European Public Policy, 12(6), 1022–1040.

https://doi.org/10.1080/13501760500270703

Latief, R., Usman Ali, S. A., & Ahyar, W. A. (2021). Representasi Politisi Perempuan Dalam Episode “Politik Perempuan†Di Program Mata Najwa Trans 7. Jurnal Sipakalebbi, 5(1), 69–89. https://doi.org/10.24252/jsipakallebbi.v5i1.21208

Littlejohn, S. w, Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2017a). Theories of Human Communication. Waveland Press.

Littlejohn, S. w, Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2017b). Theories of Human Communication. Waveland Press.

mawardin. (2021). Menyoal Gender dalam Politik - Charta Politika.

Https://Www.Chartapolitika.Com/.

Mukarom, Z. (2020). Teori-Teori Komunikasi. Jurusan Manajemen Dakwah dan Komunikasi UIN.

Muniarti. (2004). Getar Gender: Perempuan Indonesia dalam Perspektif Agama, Budaya dan Keluarga. Indonesiatera.

Musdalifah, F. S., Nasyaya, A., & Pratiwi, M. (2022). Media Sosial dan Politisi Perempuan di Indonesia: Analisis Konten Pada Sembilan Akun Instagram Perempuan Anggota Legislatif. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 7(4).

Muthmainnah, Y. (2021). PERAN-PERAN DOMESTIK DAN PENGASUHAN

ANAK DI AKAR RUMPUT (Potret Feminis Laki-laki di Lima Kota/Kabupaten) Yulianti Muthmainnah. Qawwam:JournalforGenderMainstreaming, 15(1), 1–30.

https://doi.org/10.20414/qawwam.v15i1.3347

Nimrah, S., & Sakaria. (2015). Perempuan Dan Budaya Patriarki Dalam Politik (Studi

Kasus Kegagalan Caleg Perempuan Dalam Pemilu Legislative 2014 ). The

POLITICS: Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 1(2),

–9138.

Nisa, A. C., & Wahid, U. (2014). Analisis Isi Kekerasan Verbal Dalam Sinetron “Tukang Bubur Naik Haji the Series†Di Rcti (Analisis Isi Episode 396–407). Jurnal Komunikasi, 9(1), 85–102.

https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol9.iss1.art7

Noorikhsan, F. F., Ramdhani, H., Sirait, B. C., & Khoerunisa, N. (2023). Dinamika Internet, Media Sosial, dan Politik di Era Kontemporer: Tinjauan Relasi Negara-Masyarakat. Journal of Political Issues, 5(1), 95–109. https://doi.org/10.33019/jpi.v5i1.131

Nugroho, A., Suseno, & Prabaningrum, D. (2021). Perspektif Feminisme Dalam Novel Si Parasit Lajang Karya Ayu Utami : Kajian Feminist Standpoint Theory Nancy C. M. Hartsock. Jurnal Sastra Indonesia, 10(2), 133–141. https://doi.org/10.15294/jsi.v10i2.48329

Nurmila, N. (2015). PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP

PEMAHAMAN AGAMA DAN PEMBENTUKAN BUDAYA. KARSA: Jurnal

Sosial Dan Budaya Keislaman, 23(1), 1. https://doi.org/10.19105/karsa.v23i1.606

Nurussa’adah, E. (2020). Perempuan dan Komunikasi Politik pada Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 111–123.

Pottie, H. Y., & Wilchanski, A. (2019). The Power of Positive Representation: Women Candidates and Gender Stereotypes in Political Campaigns.

Pureklolon, T. T. (2021). EKSISTENSI BUDAYA POLITIK DI INDONESIA :

SEBUAH KAJIAN. Jurnal Communitarian, 3(1).

Ramadhan, F. R. (2017). “ Kekerasan itu Katarsis dari Patriarki !â€: Resistensi pada Ke-kerasan terhadap Perempuan dalam Praktik Gerakan Sosial Aliansi Laki-laki Baru. Antropologi Indonesia, 2, 80–104.

Rawat, P. S. (2014). Patriarchal Beliefs, Women’s Empowerment, and General Well-being. Vikalpa, 39(2).

Rheault, L., Rayment, E., & Musulan, A. (2019). Politicians in the line of fire: Incivility and the treatment of women on social media. Research and Politics, 6(1). https://doi.org/10.1177/2053168018816228

Saluja, N., & Thilaka, N. (2021). Women Leaders And Digital Communication: Gender Stereotyping Of Female Politicians On Twitter. Journal of Content, Community and Communication, 13(7), 210–218.

https://doi.org/10.31620/JCCC.12.20/19

Shively, W. P. (2017). The Craft of Political Research .

Sofiani, T. (2021). Access to Justice for Victims of Dating Violence: Gender Perspective. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 16(1), 59–84.

https://doi.org/10.21580/sa.v16i1.5143

Stoetzler, M., & Yuval-Davis, N. (2002). Standpoint theory, situated knowledge and the situated imagination. Feminist Theory, 3(3), 315–333. https://doi.org/10.1177/146470002762492024

Sumintak, S., & Idi, A. (2022). Analisis Relasi Kuasa Michel Foucault: Studi Kasus Fenomena Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 11(1), 55–61.

https://doi.org/10.19109/intelektualita.v11i1.11117

Sunarto, K. (2004). Pengantar Sosiologi-edisi revisi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Tong, R. P. (2014). Feminist Thought: Pengantar paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Jalasutera.

Ugwu, C. S., & Ekekwe, E. N. (2021). Political Culture and Women’s Participation in Politics: Assessing Citizen’s Perception on the Role of Men and Women in the Political Process. Central Asian Journal Of Social Sciences And History, 02(8). www.cajssh.centralasianstudies.orgJournalhomepage:www.http://cajssh.centralasi anstudies.org/index.php/CAJSSH

Umar, H. (2013). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis. Rajawali.

Utami, P. N. (2018). Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dalam Perspektif Hak Atas Rasa Aman Di Nusa Tenggara Barat. Jurnal HAM, 9(1), 1. https://doi.org/10.30641/ham.2018.9.1-17

Wahid, U. (2012). Aliansi Jaringan dalam Proses Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Perempuan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 69–84.

Wahid, U. (2013a). Perempuan dan Kekuasaan Politik dalam Pemilikada DKI Jakarta Tahun 2012. Jurnal Komunikasi, 29(1), 73–97.

Wahid, U. (2013b). Perempuan dan Kekuasaan Politik dalam Pemilikada DKI Jakarta Tahun 2012. Jurnal Komunikasi, 29(1), 73–97.

Wahid, U., & Legino, R. (2023). Power Relations and Patriarchy Politics on Dating Violence. Nyimak Journal Communication, 4(1), 88–100.

Wahid, U., & Nurbaya, N. S. (2016). Komunikasi Politik : Teori, Konsep, dan Aplikasi pada Era Media Baru. Simbiosa Rekatama Media.

Wahid, U. (2012). Aliansi Jaringan dalam Proses Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Perempuan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 69–84.

Wayan, K. Y. I., & Nyoman, S. (2020). Political Phenomenon of Women in Culture Patriarchy in Gianyar, Bali. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 3(3), 2158–2164. https://doi.org/10.33258/birci.v3i3.1148

West, R., & Turner, L. (2017). Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi E5. Salemba Humanika.

Widhagdha, F. M., & Ediyono, S. (2022). Case Study Approach in Community Empowerment Research in Indonesia. Indonesian Journal of Social Responsibility

Review (IJSRR), 1(1), 71–76. https://doi.org/10.55381/ijsrr.v1i1.19

Yoteni, A. A., Nurlatifah, N. D., & Pramana, R. (2023). Peran Media Massa dalam Mendorong Partisipasi Politik Perempuan untuk Memperkuat Demokrasi di Indonesia. Action Research Literate, 7(9).

https://arl.ridwaninstitute.co.id/index.php/arl

Downloads

Published

2024-10-17