PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL CORE MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP
DOI:
https://doi.org/10.31000/prima.v5i2.1474Abstrak
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran siswa dan peningkatan kemampuan penelaran siswa SMP khususnya siswa SMP Negeri 10 Tangerang, tujuan lain yang ingin dilihat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap, aktivitas siswa dan respons guru terhadap pembelajaran yang diterapkan. Pada kenyataannnya proses pembelajaran di kelas kurang meningkatkan kemampuan berpikir matematika dan bahkan cenderung tidak membangkitkan minat siswa untuk belajar matematika, maka untuk mengatasi masalah tersebut, pada penelitian ini dikaji suatu model pembelajaran yang dipadukan dengan satu pendekatan, yaitu model pembelajaran CORE (connecting, Organizing, Reflecting and Extending) dengan pendekatan keterampilan metakognotif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis, bahan ajar berupa LKS dan non-tes (yang terdiri dari skala sikap siswa, lembar observasi dan daftar isian untuk guru). Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tangerang. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa 1) kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran model CORE melalui pendekatan keterampilan metakognitif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional; 2) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran model CORE melalui pendekatan keterampilan metakognitif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional; 3) secara umum, siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model CORE melalui pendekatan keterampilan metakognitif memiliki sikap yang positif terhadap pelajaran matematika dan pembelajaran dengan menggunakan model CORE melalui pendekatan keterampilan metakognitif; 4) aktivitas siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan model CORE melalui pendekatan keterampilan metakognitif sangat baik, hal ini tercermin dari hasil observasi yang dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung; 5) respons guru terhadap pembelajaran dengan model CORE melalui pendekatan keterampilan metakognitif sangat baik, pembelajaran dengan model CORE melalui pendekatan keterampilan metakognitif cocok diterapkan dalam pembelajaran matematika, karena dengan adanya model pembelajaran CORE siswa berkembang dan lebih aktif pada saat berdiskusi dengan teman sekelompoknya untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan.
Kata kunci: Pembelajaran Model CORE, Pendekatan Keterampilan Metakognitif, Penalaran Matematis
Referensi
Arikunto, S. (2008). Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Biryukov. (2004). Metacognitive Aspects of Solving Combinatorics Problem. Mathematic Educational Journal.
Baroody, A.J., (1993). Problem Solving Reasoning and Communicating, K-8: Helping Children Think Mathematically. Macmillan Publishing Company, a division of Macmillan, Inc.
Cardelle,M (1995). “Effects of Metacogniotive Instruction on Low Achiever in Mathematics Problemsâ€. Journal of Teaching and Teacher Education.11(1)
Costa, A.L., (1985). Development Mind: A Resource Book for Teaching Thinking. Alexandria: ASCD
Dahlan, J. A. (2004). Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Pemahaman matematis Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Melalui Pendekatan Open-Ended. Disertasi doctor PPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Driver, R. dan Leach, J. (1993). “A constructivist view of Learning: Children’s Conceptions and Nature of Scienceâ€. In What Research Says to the Sciences Teacher. 7,103-112. Washington: National Science Teacher Association.
Hake,R.R. (2007). Should we measure change?yes!tersedia:http://www.physics.indiana.edu/~hake/measchanges.pdf [27 Sep 2009]
Jacob, C. (2005). Pengembangan Model CORE Dalam Pembelajaran Logika Dengan Pendekatan RESIPROCAL TEACHING bagi Siswa SMA Negeri 9 Bandung dan SMA Negeri 1 Lembang. Laporan Piloting UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Priatna, N. (2003). Kemampuan Penalaran Induktif dan Deduktif serta Kaitannya dengan Pemahaman Matematis Siswa Kelas 3 SLTP Negeri di Kota Bandung. Disertasi UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.
Russefendi, E.T. (1991). Penilaian Pendidikan dan Hasil Belajar Siswa Khususnya dalam Pengajaran Matematika. Bandung: Tidak diterbitkan.
Russefendi, E.T. (1998). Statistika Dasar untuk Penelitian Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang Press.
Sabandar, J. (2008). Pembelajaran Matematika Sekolah dan Permasalahan Ketuntasan Belajar Matematika. Pidato Pengukuhan sebagai Guru Besar dalam Bidang Matematika pada FMIPA UPI [22 Oktober 2008]. Tidak diterbitkan.
Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Schoenfeld, A.H. (1987). Metacognition and Epistemological Issues iin Mathematical Understanding. Dalam Teaching and Learning Mathematical: Problem Solving. Laurence Eralbaum Associates: New Jersey.
Sudjana. (2002). Metoda Statistika. Badung. Tarsito
Sugiyono. (2008), Metode Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta: Bandung.
Suherman, Erman. (1990) Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Tarsito.
Sumarmo, U (2005). Pembelajaran Matematika Untuk Mendukung Pelaksanaan Kurikulum Tahun 2002 Sekolah Menengah. Makalah Pada Seminar Pendidikan Matematika 7 Agustus 2005. Universitas Negeri Gorontalo.
Wahyudin, (1999). Kemampuan Guru Matematika, Calon Guru Matematika dan Siswa Dalam Mata Pelajaran Matematika. Disertasi UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.
Weinert, F.E. dan Kluwe, R.H. (1987). Metacognition, Motivation and Understanding. Hillsdale, New Jersey: Laurence Eralbaum Associates Publishers
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with Prima: Jurnal Pendidikan Matematika agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the Prima: Jurnal Pendidikan Matematika right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Prima: Jurnal Pendidikan Matematika. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Prima: Jurnal Pendidikan Matematika. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






