Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 6 No. 1 (2022): Nyimak: Journal of Communication

Family Communication as a Prevention Effort Early Marriage in Pegantenan Village, Madura

DOI:
https://doi.org/10.31000/nyimak.v5i2.5069
Submitted
September 9, 2021
Published
March 13, 2022

Abstract

The purpose of this study is to find out family communication as an effort to prevent early marriage in Pegantenan Village Pamekasan Madura. The study subjects were families in Pegantenan Village with children under the age of 20 who were unmarried. This research was qualitative. Data collection methods used observations and interviews and documentation. Informants were selected using the purposive sampling method. Data analysis used data reduction, data presentation, and data verification (conclusions). Data validity examination technique used triangulation techniques. The results showed that families in Pegantenan Village of Pegantenan District of Pamekasan Regency used 2 (two) models of family communication, namely consensual family communication, which often emphasizes communication, and is protective because decision making is dominated by parents. The conclusion of this study showed that economic, cultural, and lack of awareness about reproduction were the main factors of early marriage in Pegantenan Madura Village.

Keywords: Family communication, early marriage, Pegantenan village, Madura

 

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi keluarga sebagai upaya pencegahan pernikahan dini di Desa Pegantenan Pamekasan Madura. Subjek penelitian adalah keluarga di Desa Pegantenan dengan anak di bawah usia 20 tahun yang belum menikah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data (kesimpulan). Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga di Desa Pegantenan Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan menggunakan 2 (dua) model komunikasi keluarga, yaitu komunikasi keluarga konsensual, yang menekankan seringnya terjalin komunikasi, dan protektif karena pengambilan keputusan didominasi oleh orang tua. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa factor ekonomi, budaya, dan kurangnya kesadaran tentang reproduksi menjadi factor utama terjadinya pernikahan dini di Desa Pegantenan Madura.

Kata Kunci: Komunikasi keluarga, pernikahan dini, Desa Pegantenan; Madura

References

  1. Abdullah. (2019). Angka Pernikahan Dini di Desa Pegantenan Kecamatan Pegantenan.
  2. Birri, M. (2009). Otonomi Perempuan Madura dalam Perkawinan. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
  3. Budyatna, Muhammad; Ganiem, L. M. (2012). Teori komunikasi antarpribadi.
  4. Cooley, C. H., & Schubert, H. J. (1998). On Self and Social Organization. University of Chicago Press. https://books.google.co.id/books?id=Duzk5w-MOR0C
  5. Creswell, J. W. (2007). Qualitative enquiry & research design, choosing among five approaches. In Book: Vol. 2nd ed.
  6. Fadlyana, E., & Larasaty, S. (2016). Pernikahan Usia Dini dan Permasalahannya. Sari Pediatri, 11(2), 136. https://doi.org/10.14238/sp11.2.2009.136-41
  7. Fujiyono. (2019). Wawancara Peneliti.
  8. Galvin, K. M., & Brommel, B. J. (2000). Family Communication: Cohesion and Change. Longman. https://books.google.co.id/books?id=bdqwfBcjQyoC
  9. Gunarsa, Y. S. D. (2000). Asas -asas Paikologi Keluarga Idaman. BPK Gunung Mulia. https://books.google.co.id/books?id=DLZZoVT7eFMC
  10. Hanafi, Y. (2015). PENGENDALIAN PERKAWINAN DINI ( CHILD MARRIAGE ) MELALUI PENGEMBANGAN MODUL PENDIDIKAN PENYADARAN HUKUM/ : Studi Kasus pada Masyarakat Subkultur Madura di Daerah Tapal Kuda , Jawa Timur. Studi Gender, 8(2), 399-422. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Palastren/article/view/972/886
  11. Khairina, N. I. (2013). Pengalaman Komunikasi Wanita Ketika Menikah di usia Dini.
  12. Kuncoro, A., & Sudarman. (2018). Metodologi Penelitian Manajemen. Penerbit Andi. https://books.google.co.id/books?id=s1JtDwAAQBAJ
  13. Lawrence, N. (2007). Basic of Social Reserach; Qualitative and Quantitative Approach. Pearson Education, Inc.
  14. Lubis, N. L. (2016). Psikologi Kespro. Wanita dan Perkembangan Reproduksinya/ : Ditinjau dari Aspek Fisik dan Psikologinya. Kencana. https://books.google.co.id/books?id=Dcm2DwAAQBAJ
  15. Mardhatillah, M. (2014). Perempuan Madura Sebagai Simbol Prestise Dan Pelaku Tradisi Perjodohan. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 13(2), 167. https://doi.org/10.14421/musawa.2014.132.167-178
  16. Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT.Remaja Rosdakarya.
  17. Mulyana, D. (2009). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Remaja Rosdakarya.
  18. Nelwan, J. E. (2019). Epidemiologi Kesehatan Reproduksi. Deepublish. https://books.google.co.id/books?id=a4S5DwAAQBAJ
  19. Pai. (2019). angka-pernikahan-dini-masih-tinggi.
  20. Ruben, B. D. (2019). COMMUNICATION & HUMAN BEHAVIOR. KENDALL HUNT.
  21. Soekanto, S. (1990). Sosiologi Suatu Pengantar, Edisi IV. In Jakarta, Penerbit Rajawali.
  22. Sugiarto, E. (2017). Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi dan Tesis: Suaka Media. Diandra Kreatif. https://books.google.co.id/books?id=jWjvDQAAQBAJ
  23. Suleman, E. (1992). Para Ibu Yang Berperan Tunggal dan Ganda. FE - UI,.
  24. Sumakul, B. J. (2015). PERANAN KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS REMAJA DI KELURAHAN MALALAYANG I KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Oleh. Jurnal Acta Diurna, IV(4), 5-12.
  25. Sutopo. (2002). Penelitian Kualitatif. UNS Press, Surakarta,.
  26. UNICEF. (2005). Early Marriage A Harmful Traditional Practice A Statistical Exploration 2005. https://books.google.com/books?id=FOn-h6oSVQwC&pgis=1
  27. UNPFA. (2005). Child marriage fact sheet. www.unpfa.org
  28. USAID. (2006). Preventing child marriage: protecting girls health. www. usaid.gov
  29. WHO. (2007). Implementation of general assembly resolution 60/251 of march 2006 entitled "human rights council". www. unitednations.org.