Pesan Nonverbal dalam Komunikasi Politik Wahidin Halim Sebagai Calon Gubernur Banten pada Pilkada Banten 2017
DOI:
https://doi.org/10.31000/nyimak.v2i2.960Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan nonverbal dalam komunikasi politik Wahidin Halim pada Pilkada Banten 2017, dan difokuskan hanya kepada pesan kinesik, proksemik, artifaktual, dan paralingustik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan sebagai sumber data primer, dengan studi pustaka dan dokumentasi sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahidin Halim selalu tersenyum (pesan fasial) ketika sedang berhadapan dengan masyarakat Banten, sementara gerak olah tangannya (hand gesture) lebih sering terlihat mengangkat tangan dengan jari terbuka. Ketika berada di tengah masyarakat, jarak yang yang terbangun antara Wahidin Halim dengan masyarakat Banten tergolong jarak intim dan personal, sementara penampilan (pesan artifaktual) yang merupakan ciri khasnya ialah baju koko putih, celana hitam, dan peci hitam. Adapun dalam hal kecepatan bicara tergolong cepat, dengan intonasi suara bersemangat serta gaya komunikasi yang ceplas-ceplos dan humoris.
Kata Kunci: Komunikasi politik, pesan nonverbal, Pilkada Banten 2017, Wahidin Halim
Â
This study aims to find out various nonverbal messages in Wahidin Halim's political communication in 2017 Banten elections, and focused only on the message of kinesik, proxemik, artifactual, and paralingustik. The approach used in this study is qualitative with descriptive method. The data collection techniques used in-depth interview and nonparticipant observation as primary data sources, with literature study and documentation as secondary sources. The results of this study showed that Wahidin Halim always smiled (facial message) when he was meeting the people of Banten, while the hand gesture was more often seen raising his hand with his fingers open. During the campaign, the distance between Wahidin Halim and the people of Banten was classified as intimate and personal. Meanwhile, the appearance (artifactual message) which is his trademark is white koko, black pants and peci hitam. As for the speed of speaking, Wahidin Halim is quite fast, enthusiasm in tone, and the communication style is ceplas-ceplos and humorous.
Keywords: Political communication, nonverbal message, Banten Elections 2017, Wahidin Halim
Referensi
Agustino, Leo. (2010). “Dinasti Politik Pasca-Otonomi Orde Baru: Pengalaman Bantenâ€. Prisma, 29(3): 102-116.
Agustino, Leo. (2011). “Pemilihan Gubernur Pasca Orde Baru: Pengalaman Provinsi Banten pada Tahun 2001 dan 2006â€. Jurnal Edita, 2(1): 1-45.
Arifin, Anwar. (2011). Komunikasi Politik: Filsafat-Paradigma-Teori-Tujuan Strategi dan Komunikasi Politik Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Azmi, Khaerul. (2017). “Pengelolaan Kesan Calon Gubernur Banten “Wahidin Halim†pada Media Online Twitter dan Facebookâ€. Communication, 8(2): 64-87.
Cangara, Hafied. (2016). Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi. Jakarta: Rajawali Pers.
Christiawan, William. (2016). “Analisa Kasus Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan di Provinsi Banten dan Kota Tangerang Selatanâ€. Jurnal Akuntansi Bisnis, 14(28): 131-148.
Danesi, Marcel. (2011). Pesan, Tanda, dan Makna. Yogyakarta: Jalasutera.
Fatanti, Megasari N. dan I Wayan Suyadnya. (2017). â€Olah Tubuh Politisi dalam Bingkai Media: Analisis Komunikasi Non Verbal Surya Paloh dalam Membangun Citra Politikâ€. Jurnal Komunikasi Indonesia, 5(1): 26–37.
Fauzanafi, Muhammad Zamzam. (2016). “Searching for Digital Citizenship: Fighting Corruption in Banten, Indonesiaâ€. ASEAS (Austrian Journal of South-East Asian Studies), 9(2): 289-294.
Hakim, Setiawandi (et al.). (2017). “The Effort of Corruption Prevention through the Alteration of Organization Culture: Studies in Banten Provincial Governmentâ€. International Journal of Management and Administrative Sciences (IJMAS), 4(12): 76-83.
Hamid, Abdul. (2014). “A Family Matter: Political Corruption in Banten, Indonesiaâ€. Asian Politics & Policy, 6(4): 577-593.
Hikmat, Mahi M. (2010). Komunikasi Politik: Teori dan Praktik (dalam Pilkada Langsung). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Humaeni, Ayatullah. (2015). â€Ritual, Kepercayaan Lokal dan Identitas Budaya Masyarakat Ciomas Bantenâ€. el Harakah, 17(2): 157-181.
Istiyanto, S. Bekti. (2010). â€Pentingnya Komunikasi Artifaktual dalam Keberhasilan Modifikasi Komunikasi Antarmanusiaâ€. Acta diurnA, 6(2): 12–22.
Jalan Buntu Kampanye Gubernur Banten Berobat Gratis Modal KTP. (6 Maret 2018). Diakses dari: https://rilitas.com/06/03/2018/jalan-buntu-kampanye-gubernur-banten-berobat-gratis-modal-ktp/
Kampanye Cagub WH Dihadapan Guru TK Janji Naikan Uang Insentif. Diakses dari: http://www.bidikbanten.com/2016/11/kampanye-cagub-wh-dihadapan-guru-tk-janji-naikan-uang-insentif/
Kunjungi Tangsel, Wahidin Halim Siap Kembangkan Wisata Religi Di Banten. (15 Desember 2016). Diakses dari: http://progresnews.com/politik/kunjungi-tangsel-wahidin-halim-siap-kembangkan-wisata-religi-di-banten/
Kusumaningtyas, Atika Nur. (2017). “Perempuan Kepala Daerah dalam Jejaring Oligarki Lokalâ€. Jurnal Penelitian Politik, 14(2): 239-260.
Liliweri, Alo. (2007). Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: LKiS.
Mariana, Dede dan Luthfi Hamzah Husin. (2017). “Democracy, Local Election, and Political Dynasty in Indonesian Politicsâ€. Jurnal Wacana Politik, 2(2): 88-97.
Masyarakat Pamulang Doakan Pasangan Wahidin Halim-Andika Pimpin Banten. (9 Februari 2017). Diakses dari: http://progresnews.com/politik/masyarakat-pamulang-doakan-pasangan-wahidin-halim-andika-pimpin-banten/
McNair, Brian. (2003). An Introduction to Political Communication. New York: Routledge.
Nashrudin, Achmad. (2017). "Konstruksi Realitas Radar Banten pada Pemberitaan Pilkada Banten 2017". Nyimak Journal of Communication, 1(1): 49-77.
Nimmo, Dan. (2004). Komunikasi Politik: Komunikator, Pesan dan Media. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nisa, Hoirun, Dwisetia Poerwono dan Firmansyah. (2017). “Corruption in Banten Province, Indonesiaâ€. Advanced Science Letters, 23(8): 7142-7145.
Porter, Richard E. dan Larry A. Samovar. (2010). “Suatu Pendekatan terhadap Komunikasi Antarbudayaâ€. Dalam Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat (eds.). Komunikasi Antarbudaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-orang Berbeda Budaya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Pratiwi, Bayu Nitin. (2017). â€Analisis Gaya Komunikasi Ahmad Faiz Zainuddinâ€. eJournal Ilmu Komunikasi, 5(3): 376-387.
Rakhmat, Jalaluddin. (2003). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Saragintan, Antonius dan Syahrul Hidayat. (2016). “Politik Pork Barrel di Indonesia: Kasus Hibah dan Bantuan Sosial di Provinsi Banten Tahun 2011â€. Jurnal Politik, 2(1): 137-164.
Shahreza, Mirza dan Korry El-Yana. (2016). Etika Komunikasi Politik. Tangerang: Indigo Media.
Sitompul, Parulian. (2014). “Konstruksi Realitas Peran KPK dalam Pemberitaan Online Terkait Kasus Korupsi (Studi Framing Beberapa Pemberitaan Online Terkait Peran KPK pada Kasus Korupsi Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah)â€. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 18(2): 169-182.
Sutisna, Agus. (2015). “Jawara Banten: Local Strongman, Local Bossism dan Fenomena Uncivilitasâ€. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Pemerintahan, 2(2): 135-148.
Sutisna, Agus. (2017). “Gejala Proliferasi Dinasti Politik di Banten Era Kepemimpinan Gubernur Ratu Atut Chosiyahâ€. Politik Indonesia (Indonesian Political Science Review), 2(2): 100-120.
Tihami, M.A. (2012). “Dongeng Humor Islami di Pesantren Banten (Sebuah Tela’ah atas Makna Budaya dalam Dongeng Humor di Pesantren Banten).†Conference Proceedings: Annual International on Islamic Studies (AICIS XII).
Witantra, Ari Pandu dan Andin Nesia. (2000). “Pemuda dan Jawara dalam Politik Bantenâ€. Prosiding Magister Ilmu Komunikasi.
Wawancara
Wawancara dengan Ahmad Jazuli Abdillah (30 Juli 2018)
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Nyimak: Journal of Communication. Communication Science Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia as the publisher of the journal. Nyimak: Journal of Communication right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Nyimak: Journal of Communication. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).