The Identity Trap: How DStv's Broadcast Legacy Constrained Platform Adaptation in Africa

Authors

  • Lufuno Charity Manwadu Department of Communication Science, University of Zululand, South Africa
  • Avashni Reddy Moonsamy Department of Communication Science, University of Zululand, South Africa
  • Gedala Mulliah Naidoo Department of Communication Science, University of Zululand, South Africa

DOI:

https://doi.org/10.31000/nyimak.v10i2.16940

Abstract

The paper examined how DStv continued to operate on a pipeline broadcasting model as global digital platforms were being developed on the continent. This study employed a qualitative case study approach by analysing 53 documents using thematic analysis. The results demonstrate that there are three main dimensions of this conceptual failure to transform: the continuation of a gatekeeping architecture, a lack of investment in data-driven content ecosystems, and limited involvement in the emerging creator economy in Africa. Over the last decade, the African media landscape has gone through a dramatic shift in its consumption pattern. Although numerous international media corporations have been able to respond to this change by developing platform-based business approaches, traditional broadcasters in emerging markets have found it difficult to redefine their place in the digital world. Unlike existing studies that attribute DStv’s decline to technological disruption, this paper argues that the failure is fundamentally conceptual. This study contributes to Platform Ecosystem Theory by advancing discussion on the notion of institutional identity as a platformisation hurdle, and it illustrates the platformisation of Africa’s creator economies as distinct from the Western ones.

Keywords: Platform ecosystems, African media industries, digital transformation, gatekeeping, creator economy.

 

ABSTRAK

Makalah ini mengkaji bagaimana DStv terus beroperasi menggunakan model penyiaran linier (pipeline) di tengah berkembangnya platform digital global di benua tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan menganalisis 53 dokumen melalui metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga dimensi utama dari kegagalan konseptual dalam melakukan transformasi ini: kelanjutan arsitektur penyaringan konten (gatekeeping), kurangnya investasi pada ekosistem konten berbasis data, serta keterlibatan yang terbatas dalam ekonomi kreator yang sedang berkembang di Afrika. Selama satu dekade terakhir, lanskap media Afrika telah mengalami perubahan drastis dalam pola konsumsinya. Meskipun banyak perusahaan media internasional mampu merespons perubahan ini dengan mengembangkan pendekatan bisnis berbasis platform, lembaga penyiaran tradisional di pasar negara berkembang justru kesulitan mendefinisikan ulang posisi mereka di dunia digital. Berbeda dengan studi-studi sebelumnya yang mengaitkan kemunduran DStv dengan disrupsi teknologi, makalah ini berargumen bahwa kegagalan tersebut pada dasarnya bersifat konseptual. Studi ini memberikan kontribusi pada Teori Ekosistem Platform dengan memperdalam pembahasan mengenai identitas kelembagaan sebagai hambatan dalam proses platformisasi, serta menggambarkan bagaimana platformisasi ekonomi kreator di Afrika memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan yang ada di dunia Barat.

Kata Kunci: Ekosistem platform, industri media Afrika, transformasi digital, (gatekeeping), ekonomi kreator.

Downloads

Published

09/04/2026