Pemikiran Murtadha Muthahhari Tentang Negara dan Masyarakat serta Pandangannya terhadap Revolusi Islam Iran

Ahmad Chumaedi

Abstract


Tulisan ini ingin mengelaborasi pemikiran Murtadha Muthahhari tentang negara dan masyarakat beserta pandangannya terhadap Revolusi Iran1979. Ideologi atau pemikiran Muthahhari pada dasarnya cenderung pada ideologi perjuangan dalam menentang peradaban Barat yang dalam pandangannya telah menghancurkan segi-segi moral manusia. Muthahhari mengemukakan bahwa salah satu prinsip ideologiIslam adalah persamaan derajat serta tidak adanya diskriminasi. Demokrasi yang dijalankan bertujuan menciptakan masyarakat yang adil dan berkeadilan, dengan pertimbangan rakyat akan menerima pemerintah sebagai bagian dari amanat yang diberikan oleh Allah. Artinya, prinsip keadilan yang diterapkan di berbagai sektor kehidupan didasarkan pada universalitas hukum ilahi. Sebab itu revolusi Iran pada prinsipnya merupakan sebuah upaya untuk mengubah tatanan moral masyarakat Iran melalui penegakan syariat Islam. Bagi Muthahhari keberhasilan Revolusi Iran merupakan buah dukungan dari spiritualitas dan moralitas masyarakat Iran secara keseluruhan. Gerakan yang membawa Iran ke pentas dunia ini telah menghasilkanide-ide besar dan menimbulkan reaksi dari Barat yang cemas. Gerakan ini mampu mengajarkan orang lain (bangsa) agar berdiri sendiri serta mempunyai pikiran dan ajaran yang mandiri.

 

This paper want to elaborate Murtadha Muthahhari’s thought about state, society, and its views on Iranian Revolution. Muthahhari’s thought basically tends toward the ideology of struggle against western civilization which is in his view destroyed the moral aspects of Iranian people. Muthahhari argues that one of the principle of Islamic ideology is equality and also the absence of discrimination. Democracy aims to create just and prosperous society, with the consideration that people will accept government as part of the mandate given by God. The principles of justice applied in various sector of life based on the universality of divine law. Therefore, Iranian revolution in principle is an attempt to change the moral order of Iranian society through the enforcement of Syariat Islam. In Murtadha Muthahhari’s view the success of the Iranian Revolution is a fruit of support from the spirituality and morality of Iranian society as whole. The movement that brought Iran to the world stage that has generated great ideas and caused anxious reaction from West. This movement is able teach others nation to stand on their own and have independent thoughts.

 


Keywords


Negara; Masyarakat; Revolusi Iran; Ulama; Murtadha Muthahhari

Full Text:

PDF

References


Al-Maududi, Abdul A’la. (1994). Hukum dan Konstitusi: Sistem Politik Islam. Bandung: Mizan.

Al-Maududi, Abul A’la. (1994). Hukum dan Konstitusi Sistem Politik Islam. Bandung: Mizan.

Bagir, Haidar (Ed.). (1993). Murtadha Muthahhari: Sang Mujahid, Sang Mujtahid. Bandung: Yayasan Muthahhari.

Dahlan, Muhidin M. (2000). Sosialisme Religius: Suatu Jalan Keempat? Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Donohue, John J. dan dan John L. Esposito (eds.). (1984). Ensiklopedi Masalah-Masalah Islam dan Pembaharuan. Jakarta: Rajawali Press.

Donohue, John J. dan Esposito, John L (eds.). (1984). Islam dan Pembaharuan: Ensiklopedi Masalah-Masalah. Jakarta: Rajawali Pers.

Enayat, Hamid. (1988). Reaksi Sunni dan Syiah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke-20. Bandung: Penerbit Pustaka.

Hasan, Haidar Rifai. (1987). Manusia serba Dimensi dalam Pandangan Murtadha Muthahhari. Dalam Dawam Rahardjo (Ed.). Insan Kamil: Konsepsi Manusia Menurut Islam. Jakarta: Pustaka Grafiti.

Irving, Clive. 1980. Wejangan Ayatullah Khomeini. Walsy.

Kuntowijoyo. 1991. Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi. Bandung: Mizan.

Muthahhari, Murtadha. (1982). The Concept of Islamic Republic: An Analysis of The Revolution In Iran. Teheran: Bonyad Be’thet.

Muthahhari, Murtadha. (1986). Gerakan Islam Abad XX. Jakarta: Beunebi Cipta.

Muthahhari, Murtadha. (1990). Risalah Pergerakan Islam. Jakarta: Amanah Press.

Muthahhari, Murtadha. (1991). Falsafah Kenabian. Jakarta: Pustaka Hidayah.

Muthahhari, Murtadha. (1992). Masyarakat dan Sejarah: Kritik Islam atas Marxisme dan Teori Lainnya. Bandung: Mizan.

Muthahhari, Murtadha. (1993). Islam Menjawab Tuntutan Zaman. Bandung: Yayasan Muthahhari.

Muthahhari, Murtadha. (2002). Manusia dan Alam Semesta: Konsepsi Islam tentang Jagad Raya. Jakarta: Lentera Basritama.

Nasution, Harun. (1992). Ensiklopedi Islam Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Rakhmat, Jalaluddin. (1991). Kepemimpinan Islam Murtadha Muthahhari. Banda Aceh: Gua Hira.

Rakhmat, Jalaluddin. (1993). Islam dan Kekuasan: Aktor dan Instrumen. Dalam Imam Aziz (Ed.). Agama, Demokrasi dan Keadilan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sahbudi, Riza M. (1989). Dinamika Revolusi Iran: dari Jatuhnya Shah hingga Wafat Ayatullah Khumeini. Jakarta: Pustaka Hidayah.

Tamara, Nasir. (1980). Revolusi Iran. Jakarta: Sinar Kasih.

Ahmar, Mawardi. (2006). “Pemikiran Murtadha Muthahhari tentang Keadilan Ilahi”. Al-Fikra (Jurnal Ilmiah Keislaman), 5(2): 292-348.

Al-Hadar, Husein Ja’far. (2014). “Falsafat Politik Wilayah al-Faqih”. Ilmu Ushuluddin, 2(2):89-108.

Asmawi, Muh Nur. (2013). “Pemikiran Pendidikan Islam Multikultural Murtadha Muthahhari dalam Kitab Al-Ta`Līm Wa Al-Tarbiyah Fī Al-Islām dan Penerapannya pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Palu”. Istiqra’ (Jurnal Penelitian Ilmiah), 1(1): 58-72.

Barsihannor. (2011). “Murtadha Muthahhari”. Jurnal Al-Hikmah, 12(1): 1-10.

Basit, Abdul. (2008). “Filsafat Sejarah Menurut Murtadha Muthahhari”. Ibda’, 6(1): 165-180.

Emroni. (2008). “Nuansa Tasawuf dalam Revolusi di Iran”. Jurnal Darussalam, 7(2): 15-28.

Harahap, Sumper Mulia. (2015). “Paradigma Tauhidi Murtadha Muthahhari”. Studi Multidisipliner, 2(2): 77-90.

Kadir, Abd. (2015). “Syiah dan Politik: Studi Republik Islam Iran”. Jurnal Politik Profetik, 5(1): 1-15.

Karnen, Zul. (2015). “Budaya Struktur Pemerintahan Republik Islam Iran”. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 3(1): 1-19.

Kurdi, Sulaiman. (2007). “Peranan Elit Ulama di Negeri Para Mullah (Studi Pemikiran Khomeini tentang Wilayatul Faqih)”. Hermeneia (Jurnal Kajian Islam Interdisipliner), 6(1): 129-160.

Muhammad. (2012) “Dinamika Masyarakat Muslim dalam Sejarah: Kajian Gerakan Revolusi Islam di Iran”. Jurnal Salam (Jurnal Studi Masyarakat Islam), 15(1): 157-169.

Nugroho, Anjar. (2007). “Pengaruh Pemikiran Islam Revolusioner Ali Syari’ati terhadap Revolusi Iran”. Profetika (Jurnal Studi Islam), 15(2): 190-207.

Nur, Muhamad. (2016). “Kritik Murtadha Muthahhari atas Konsep Moralitas Barat”. Jurnal Didaktika Islamika, 8(2): 39-66.

Pramono, Budi. (2017). “Perubahan Politik oleh Faktor Agama”. Jurnal Politik, 13(1): 1976-1992.

Rochmat, Saefur. (2009). “Belajar dari Iran (Dialektika Agama dan Politik Pasca Khomeini)”. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 16(1): 102-108.

Sabara. (2016). “Pemikiran Tasawuf Murtadha Muthahhari: Relasi dan Kesatuan antara Intelektualitas (Ilmu), Spiritualitas (Iman) dan Moralitas (Akhlak)”. Al-Fikr, 20(1): 147-166.

Sanusi, Irfan. (2012). “Pemikiran Muthahhari tentang Manusia Masa Depan sebagai Subyek Dakwah”. Jurnal Ilmu Dakwah, 6(19): 76-100.

Sudrajat, Ajat. (1996). “Imam Al-Khumaini dan Negara Republik Islam Iran”. Cakrawala Pendidikan, 1(15): 35-45.

Yasmine, Shafira Elnanda. (2015). “Arab Spring: Islam dalam Gerakan Sosial dan Demokrasi Timur Tengah”. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 28(2): 106-113.

Zulfata. (2016). “Kontekstualisasi Filsafat Ilmu Murtadha Munthahhari dalam Membidik Epistemologi UIN Ar-Raniry Aceh”. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 16(1): 128-141.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/jgcs.v2i1.717

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.