Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Government and Civil Society (April)

The Role of Religious Figures in Supporting the Acceleration of Stunting Reduction in East Nusa Tenggara

DOI:
https://doi.org/10.31000/jgcs.v9i1.12683
Submitted
22 October 2024
Published
30 April 2025

Abstract

This study aims to determine the role of religious leaders in supporting the acceleration of stunting reduction in East Nusa Tenggara. The study was conducted using a qualitative descriptive approach with informants: 10 religious leaders who were determined by Purposive Sampling using one of the inclusion criteria, namely from religious groups with the largest number of people in Indonesia and NTT Province, namely Islam, Protestantism, and Catholicism and 10 mothers of stunted toddlers and are receiving intervention programs from the Kupang Regency government. Data were collected by means of in-depth interviews, then comments or statements from informants were recorded by the prepared tool. Furthermore, the data were analyzed in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that in general the perspective of religious leaders was very good that stunting was a problem of chronic malnutrition that had an impact on the quality of human resources. The form of support from religious leaders was to involve the government in efforts to change the pattern of nutrition and public health through nutrition advocacy activities, public health nutrition governance, and ensuring the involvement of the religious sector in health. Conclusion: religious leaders can be partners with the government in accelerating stunting reduction in NTT Province.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tokoh agama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif bersama informan : 10 orang tokoh agama yang ditentukan secara Purposive Sampling menggunakan salah satu kriteria inkusi yaitu berasal dari kelompok agama dengan jumlah jiwa terbanyak di Indonesia dan Propinsi NTT yaitu islam, protestan, dan katholik dan 10 orang ibu balita stunting dan sedang mendapat program intervensi dari pemerintah Kabupaten Kupang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam atau  Indepth interview, kemudian komentar atau pernyataan dari informan direkam oleh alat yang disiapkan. Selanjutnya data dianalisis dengan empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum prespektif tokoh agama sangat baik bahwa stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronik yang berdampak pada kualitas sumberdaya manusia. Bentuk dukungan tokoh agama adalah melibatkan pemerintah dalam upaya perubahan pola asuh gizi dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan advokasi gizi, tata kelola gizi kesehatan masyarakat, dan menjamin keterlibatan sektor agama dalam kesehatan. Kesimpulan: tokoh agama dapat menjadi mitra pemerintah dalam percepatan penurunan stunting di Propinsi NTT.

 

References

  1. Asiva Noor Rachmayani. (2015). Laporan Skematik Indonesia 2023.
  2. Bhisma Murti. (2022). Health Belief Model. http://myblogcomnurse.blogspot.com/2016/02/health-belive-model.html
  3. BPS Kabupaten Kupang. (2022). Kupang Dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik, 347.
  4. BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2023). Statistik Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  5. Brooks, L. A., Manias, E., & Bloomer, M. J. (2019). Culturally sensitive communication in healthcare: A concept analysis. Collegian, 26(3), 383–391. https://doi.org/10.1016/j.colegn.2018.09.007
  6. Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur. (2019). Rencana strategis dinas kesehatan provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2019-2023. RENSTRA Dinas Kesehatan Provinsi NTT, i–208. https://e-renggar.kemkes.go.id/file2018/e-performance/1-249007-2tahunan-292.pdf
  7. Farmer, P. (2004). Sidney W. Mintz Lecture for 2001: An anthropology of structural violence. Current Anthropology, 45(3), 305–325.
  8. Indrayani, T., Siauta, J. A., & Apriliani, S. E. (2023). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan tehadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pencegahan Kejadian Stunting. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(3), 937–944. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i3.1056
  9. Intje Picauly. (2023). Stunting dalam Bingkai Kesehatan Ibu dan Anak (Edisi Revisi). In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. (Dua (2) Ed). Penerbit Amerta Media.
  10. Janes, C. R., & Corbett, K. K. (2009). Anthropology and global health. Annual Review of Anthropology, 38, 167–183. https://doi.org/10.1146/annurev-anthro-091908-164314
  11. Kemenkes RI. (2023). Stunting di Indonesia dan Faktor Determinan. Laporan Tematik SKI 2023, Bab 4, 45–65.
  12. Kementerian PPN/ Bappenas. (2018). Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota. Rencana Aksi Nasional Dalam Rangka Penurunan Stunting: Rembuk Stunting, November, 1–51. https://www.bappenas.go.id
  13. Kementrian Kesehatan RI. (2023). Kesehatan Ibu Dan Neonatus “Situasi Dan Tantangan Kesehatan Ibu Dan Neonatus Di Indonesia.†Laporan Tematik Survei Kesehatan Indonesia, 1–12. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/laporan-tematik-ski/
  14. Kirksey, S. E., & Helmreich, S. (2010). The emergence of multispecies ethnography. Cultural Anthropology, 25(4), 545–576. https://doi.org/10.1111/j.1548-1360.2010.01069.x
  15. Murti, B. (2021a). Desain Eksperimen dan Prinsip Analisis Data (Materi Kuliah Reguler(Working Paper)).
  16. Murti, B. (2021b). Kriteria Kausasi.
  17. Nazmudin, N. (2018). Kerukunan dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Membangun Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Journal of Government and Civil Society, 1(1), 23. https://doi.org/10.31000/jgcs.v1i1.268
  18. Neliwati, N., Rizal, S., & Hemawati, H. (2022). Peranan Tokoh Agama Dalam Meningkatkan Motivasi Pelaksanaan Keagamaan Masyarakat. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1), 32–43. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v9i1.6233
  19. P2PTM Kemenkes RI. (2018). Cegah Stunting dengan Perbaikan Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi - Direktorat P2PTM. In Kemkes.Go.Id. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-diabetes-melitus-dan-gangguan-metabolik/cegah-stunting-dengan-perbaikan-pola-makan-pola-asuh-dan-sanitasi
  20. Picauly, I. (2021). Pengaruh Pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting Terhadap Cakupan Program Intervensi Gizi Sensitif Di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pangan Gizi Dan Kesehatan, 10(2), 71–85. https://doi.org/10.51556/ejpazih.v10i2.156
  21. Picauly, I., Adi, A. A. A. M., Meiyetriani, E., Mading, M., Weraman, P., Nashriyah, S. F., Hidayat, A. T., Boeky, D. L. A., Lobo, V., Saleh, A., & Peni, J. A. (2023). Path analysis model for preventing stunting in dryland area island East Nusa Tenggara Province, Indonesia. PloS One, 18(11), e0293797. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0293797
  22. Picauly, I., Agung Ayu Mirah Adi, A., Meiyetriani, E., Mading, M., Weraman, P., Fadhilatun Nashriyah, S., Thohir Hidayat, A., L. Adeline Boeky, D., Lobo, V., S. Saleh, A., & A Peni, J. (2022a). Factors Influencing the Role of Religious Leaders in the Process Accelerate Stunting Response in East Nusa Tenggara Province. Journal of Maternal and Child Health, 7(6), 618–629. https://doi.org/10.26911/thejmch.2022.07.06.01
  23. Picauly, I., Agung Ayu Mirah Adi, A., Meiyetriani, E., Mading, M., Weraman, P., Fadhilatun Nashriyah, S., Thohir Hidayat, A., L. Adeline Boeky, D., Lobo, V., S. Saleh, A., & A Peni, J. (2022b). Factors Influencing the Role of Religious Leaders in the Process Accelerate Stunting Response in East Nusa Tenggara Province. Journal of Maternal and Child Health, 7(6), 618–629. https://doi.org/10.26911/thejmch.2022.07.06.01
  24. Putri, E. M. S., & Rahardjo, B. B. (2021). Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan pada Balita Gizi Kurang. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(3), 337–345.
  25. Setiyabudi, R. (2019). Stunting, risk factor, effect and prevention. Medisains, 17(2), 24. https://doi.org/10.30595/medisains.v17i2.5656
  26. Subqi, I., Hasan, S., & Riani, E. (2021). Peran Lptp Melalui Pendekatan Agama Dan Multisektor Dalam Penanganan Penurunan Angka Stunting Di Desa Pagarejo Wonosobo. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 7(1), 111. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9523
  27. Tim Indonesiabaik.id. (2019). Bersama Perangi Stunting. In Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika. http://indonesiabaik.id/public/uploads/post/3444/Booklet-Stunting-09092019.pdf
  28. Ummah, M. S. (2019). Kamus Besar Bahasa Indonesia. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
  29. Zahrah, S. N., & Damayanti, N. A. (2023). The relationship between religious leaders and the knowledge of mothers in reducing stunting: a literature review. Journal of Public Health in Africa, 14(S2). https://doi.org/10.4081/jphia.2023.2622

Downloads

Download data is not yet available.